Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Rubrik Kegiatan/Pendidikan Oleh

Tahun ajaran baru telah dimulai. Guru, siswa dan orang tua bersiap untuk menyambutnya. Sebagai pendidik tentunya di pekan ini kita sudah memliki agenda kegiatan MPLS.

Aktivitas positif para siswa dalam MPLS Fajar Hidayah
Green Lab salah satu aktivitas yang dikenalkan kepada para siswa
Upacara

Beberapa tahun belakangan MPLS sudah jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. MPLS mengamanatkan agar sekolah menjadi tempat yang ramah untuk anak. Hal ini tentunya berimplikasi terhadap kegiatan yang akan dilakukan oleh peserta didik baru.

Diharapkan melalui MPLS, siswa dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik. Bersosialisasi dengan teman, guru dan karyawan sekolah, juga mengetahui tata tertib dan peraturan yang berlaku di sekolah.

Kegiatan MPLS merupakan moment yang tepat untuk menanamkan karakter positif siswa, dan tentunya terus berlanjut melalui keteladanan para penddiknya. MPLS adalah tune in awal ketika siswa mulai memasuki lingkungan sekolah dan juga (baca: MPLS) sebagai golden periode siswa dalam membentuk persepsi tentang sekolah barunya. Oleh karenanya mengisi MPLS dengan kegiatan yang edukatif dan bermakna sudah seyogyanya menjadi prioritas kita.

Membentuk pribadi peserta didik yang unggul serta multi talenta memerlukan kejelian kita dalam mengenal personal mereka dengan baik.

Variasi kegiatan yang mengasah kecerdasan ranah EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient) dan IQ (Intellectual Quotient) akan menarik bila dikemas dengan kegiatan yang menarik dan fun

Berikut beberapa contoh variasi kegiatan yang dapat kita lakukan selama MPLS:

  1. Melibatkan orang tua melalui kegiatan orientasi orang tua baru untuk menginformasikan berbagai program sekolah. Kegiatan ini juga sebagai upaya membangun persepsi bahwa orang tua adalah mitra sekolah. Kesamaan persepsi antara sekolah dan orang tua tentang program sekolah yang terbangun sejak awal akan membantu meningkatkan kualitas komunikasi. Komunikasi yang baik antar sekolah dan orang tua adalah salah satu pilar penopang bagi efektifitas proses KBM.
  2. Peduli lingkungan, penulis melihat pentingnya mengintegrasikan kegiatan peduli lingkungan dalam MPLS. Menurunnya kualitas lingkungan dirasa semakin urgent untuk memupuk cinta pada lingkungan. Melalui kegiatan sederhana seperti : penghijauan, komposting, membuat lubang resapan biopori dan kegiatan peduli lingkungan lainnya pada hakikatnya membentuk karakter positif pada diri peserta didik.
  3. Seminar, misalnya dengan mengundang alumni yang telah sukses kuliah atau bekerja. Pengalaman dan testimoni yang diceritakan langsung oleh alumni tentunya menumbuhkan semangat meraih prestasi bagi siswa.
  4. Gerakan Literasi Sekolah, harus kita akui bahwa minat baca bangsa kita masih rendah. Menumbuhkan budaya literasi di sekolah memang harus dikenalkan sejak MPLS dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Mendekatkan sumber bacaan dengan menyediakan perpustakaan mini di pojok kelas atau koridor sebagai salah satu upayanya. Bisa juga melalui pengkondisian siswa misalnya dengan silent reading, yaitu kegiatan membaca oleh seluruh guru dan siswa di 15 menit pertama sebelum pelajaran dimulai- dan sebaiknya buku yang dibaca bukanlah buku pelajaran, agar bertambah wawasan dan tidak menjemukan.
  5. Jelajah atau out door activity sebagai pengembangan aspek fisik dan psikomotor siswa. Bisa disetting dalam kegiatan out bond seperti treasure hunt. Kegiatan outing dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan tim. Mengasah kecerdasan emosi dan sosial siswa.

Melelui kegiatan MPLS yang menyenangkan dan sarat akan makna tentunya memberikan kesan yang istimewa bagi anak didik kita. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Kegiatan

Go to Top