BPNB SULSEL Gelar Seminar Nasional Jalur Rempah

Rubrik Berita/Pendidikan Oleh

Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lewat Badan Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan (BPNB Sul-Sel) menggelar Seminar Nasional Jalur Rempah. Seminar Nasional Jalur Rempah yang mengambil tema besar Rempah Mengubah Dunia ini dilaksnakan sejak 11-13 Agustus 2017 di Hotel Colonial, Makassar.

Sejumlah sejarawan turut hadiri dalam seminar ini, ikut mempresentasikan hasil penelitiannya diantaranya, Prof. Dr. Susanto Zuhdi, Prof. Dr. A. Rasyid Abas, MA, Prof. Dr. Gusti Asnan, Prof. Dr. Singgih Trisulistiyono, Dr. Bambang Sulistyo,EP.M.Si, Dr. Amrullah Amir, Dr. Endang Susilowati, La Ode Rabani,SS,M.Hum, Abdurahman Hamid,M.Si, Dias Pradadimara,MA,M.Sc, Drs. Muh. Amir, M.Si, Abdul Malik Raharusun, M.Pd, Dedi Arman, SS, dan Nuryahma Viga. Sebagai Keynote Speaker sekaligus membuka acara ini yakni Dirjen Kebudayaan Kementerian Penddidikan dan Kebudayaan, Dr. Hilmar Farid.

Dalam sambutannya Dirjen Kebudayaan Kementerian Penddidikan dan Kebudayaan, Dr. Hilmar Farid menegaskan ikhtiar seminar ini salah satunya sebagai upaya “dekolonisasi jalur rempah demi memajukan kebudayaan nasional”. Sebagaimana kita ketahui bahwa jauh sebelum datangnya bangsa barat untuk keepentingan koloniliasasi jalur perdagangan rempah telah dilakukan oleh petani dan pedagang pribumi baik lewat jalur daratan dan terutama jalur maritim. Didalam seluruh aktifitas Jalur rempah lahirlah kota-kota dagang besar di nusantara pada abad ke-15 sampai abad ke-18 terbentang dari Aceh sampai dengan di Maluku.

Lewat perdagangan jalur rempah ini juga tidak hanya membuat nusantara menjadi jalur perdagangan terpadat di dunia pada abad ke-15 sampai dengan abad ke-19 tetapi juga telah memicu perang dan kolonilialisasi oleh Negara-negara barat seperti Portugis, Spanyol, Belanda, Prancis dan Inggris.

Jalur rempah adalah jalur perdagangan tertua dan terpanjang di dunia yang di dalamnya petani, pedagangan dan pelaut nusantara menjadi pemain aktif dalam perdagangan jalur rempah. Lewat seminar ini sejarawan hadir dan membuka paradigma tentang jalur rempah yang telah merubah dunia. Sebagaimana rekomendasi pada seminar jalur rempah yang dilaksnakan oleh BPNB Sul-Sel akan didorong juga untuk dilaksanakan oleh BPNB lain di Indonesia, sebagai wujud sosialisasi jalur rempah nusantara dan dunia. (Abdul Malik Raharusun) ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Berita

Go to Top