Home » Opini » Abadilah Pompeii » 149 views

Abadilah Pompeii

Rubrik Opini Oleh

Dewa Vulcan… Dewa penguasa gunung berapi dalam mitologi Romawi. Tiap tahun, rakyat Romawi Kuno selalu mengadakan perayaan untuk Dewa ini. Tepatnya tiap bulan Agustus.

Sore itu, bertepatan dengan perayaan terhadap Sang Dewa, Gunung Vesuvius meletus, lalu mengubur Pompeii. Sebuah Kota yang terletak di kaki gunung. Letusan yang disertai gempa dan tsunami itu menimbun seisi kota, termasuk penduduknya. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 24 Agustus 76 M.

Kota ini tertimbun selama 1600 tahun. Dan ditemukan kembali tanpa sengaja. Penggalian mulai dilakukan pada tahun 1500-an. Dan sampai tahun 2002, masih ada situs baru yang ditemukan diantara reruntuhannya.

Beberapa hari yang lalu, Saya menyaksikan film terbaru Hollywood yang berjudul Pompeii. Dari film ini, kita bisa menyaksikan bagaimana gambaran proses hancurnya kota kuno itu oleh letusan gunung dan gempa dahsyat.

Harun Yahya, ketika menulis tentang ‘kehancuran umat-umat terdahulu’ menjelaskan bahwa Pompeii, sebuah Kota wisata favorit di kekaisaran Romawi ini adalah kota yang dipenuhi kemaksiatan. Perilaku seksual yang menyimpang (hubungan sesama jenis), sodomi dan lainnya dipertontonkan oleh warganya.

Di kota ini juga dibangun Coloseum. Sebuah arena pertarungan hidup-mati para gladiator. Bahkan menjadi coloseum terbesar kedua setelah Roma, ibu kota kekaisaran.

Karena itulah, Allah SWT meng-adzab kota kuno ini sedemikian dahsyatnya. Dalam penggalian, beberapa jasad penduduk ditemukan masih utuh. Wajah mereka menggambarkan kepanikan, takut yang amat sangat, kesakitan, kehilangan harapan.

Bahkan makanan mereka ada yang masih utuh dan terhidang diatas meja, walau sudah membatu. Ini sekaligus menunjukkan bahwa adzab itu datang begitu cepat dan menakutkan. Sehingga sebagian mereka tidak mengetahui bahwa adzab telah datang.

Pompeii kini dijadikan sebagai situs peninggalan dunia oleh Unesco (PBB). Sebuah kota yang akhirnya menjadi saksi abadi atas adzab yang diberikan kepada para pelaku maksiat….

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Mana Pahlawanku?

Hari Pahlawan 2017 telah berlalu (10/11). Pada hari itu seluruh rakyat Indonesia,

IT dan Hasil Karya

Oleh: Fortin Sri Haryani Abad ke-21 disinyalir sebagai abad digital karena instrumentnya
Go to Top