Puncak HUT ke-72 RI: AGUPENA dan SMA Negeri 2 Kei Kecil Gelar Wisata Sejarah

Rubrik Berita/Pendidikan Oleh

Rangkaian kegiatan mensyukuri nikmat HUT Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia DPW Asosiasi Guru Penulis Indonesia Maluku dan SMA Negeri 2 Kei Kecil meenggelar Wisata Sejarah. Wisata Sejarah ini melibatkan dewan guru dan perwakilan siswa/i SMA Negeri 2 Kei Kecil. Dipimpin langsung oleh Ibu Kepala Sekolah, Domitila Teniwut, S.Pd, dan kelompok Guru Sejarah SMA Negeri 2 Kei Kecil.

Kegiatan Wisata Sejarah bagian puncak dari rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-72 Republik Indonesia. Wisata Sejarah ini dilaksanakan pada Minggu tanggal 20 Agustus 2017. Dengan menggunakan dua bis dan empat kendaraan pribadi rombongan Wisata Sejarah mengunjungi (Desa) Ohoidertutu, Kabupaten Maluku Tenggara.

Di Desa Ohoidertutu rombongan Wisata Sejarah mengunjungu rumah Letnan Komarudin pejuang Serangan Umum 1 Maret dan berwisata menikmati alam pantai Desa Ohoidertutu. Menurut Domitila, kegiatan Wisata Sejarah yang dilaksanakan dalam memperingati momentum HUT ke-72 RI selain sebagai wahana silahturahmi antara dewan guru dan juga siswa juga sebagai wahana edukasi khususnya sejarah dan Pendidikan Kewarganegaraan dengan memperkenalkan siswa kepada sejarah dan budaya Maluku Tenggara.

Lebih lanjut menurut Abdul Malik Raharusun, Ketua DPW AGUPENA Maluku, Wisata Sejarah adalah kegiatan ekstrakulikuler bidang studi sejarah meski demikian rumpun pelajaran lain pun dapat berpartisipasi seperti pendidikan kewarganegaraan, sosiologi, antropologi, geografi. Dengan Wisata Sejarah para siswa tidak hanya belajar sejarah tokoh pejuang kemerdekaan Letnan Komorudin tetapi juga menangkap etos nasionalisme seorang pejuang kemerdekaan dan juga memehami budaya serta adat masyarakat setempat yang nantinya menjadi pelajaran riel bagi siswa.

Letnan Komarudin menurut Malik yang juga guru sejarah SMA Negeri 2 Kei Kecil, sebagaimana diceritakan oleh Jenderal Soeharto dalam buku memorinya dan telah diangkat dalam film Serangan Umum 1 Maret 1949 walaupun diliputi sejumlah kontroversi masyarakat Maluku Tenggara yakin dengan sejumlah fakta bahwa sosok Letnan Komarudin adalah putra Maluku Tenggara yakni Eliyakim Y. Teniwut. Berdasarkan beberapa data surat dan buku milik keluarga Eliyakim Y. Teniwut atau Letnan Komaruddin awalnya adalah tentara bayaran Belanda KNIL yang bersama rombongan diangkut ke Jawa pada tahun 1946. Di Jawa rasa nasionalisme Eliyakim Y. Teniwut muncul dan memilih bergabung bersama pejuang NKRI dengan menggunakan nama Komaruddin.

Pasca kemerdekaan Letnan Komaruddin ke Belanda dan di era 1980an berdasarkan perintah Presiden Soeharto, Letnan Komaruddin kembali ke Indonesia dan melanjutkan perjalanannya ke tanah kelahirnya Desa Ohoidertutu, bersama sejumlah buku, foto dan beberapa pucuk senjata. Eliyakim Y. Teniwut atau Letnan Komaruddin lahir pada tahun 1927 dan wafat tanggal 15 April 1990 setelah sebelumnya sakit dan dirawat di Rumah Sakit Hati Kudus, Langgur.

Kegiatan Wisata Sejarah ini disambut baik oleh dewan guru dan juga siswa, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi rutinitas ekstrakulikuler tidak hanya oleh bidang studi sejarah tetapi juga bidang studi yang lain misalnya Wisata Alam, Wisata Budaya, dan lain-lain. (AMR) ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Berita

Go to Top