Ayah dan Tembok Punggung Naga

Rubrik Opini Oleh
https://i2.wp.com/boombastis.com/wp-content/uploads/2015/12/naga-Akhekhu.jpg

Alkisah seorang raja naga laut mempunyai putra semata wayang yang nakalnya minta ampun. Track recordnya sebagai anak bandel telah berhembus sampai ke istana kahyangan.

Sang ayah yang begitu cinta pada sang putra, tak bisa berbuat banyak untuk menghentikannya. Suatu hari, anak kesayangannya itu melakukan kesalahan fatal yang membuat murka penguasa langit. Titah sang kaisarpun hadir. Anak itu harus ditangkap dan mendapat hukuman mati.

Amat sedih hati raja naga atas hukuman yang menimpa anaknya. Tapi apa daya, titah kaisar sudah final. Tak bisa diubah lagi.

Sebab cintanya yang mendalam pada permata hati dan tak ingin anaknya mendapat hukuman, ia lalu merubah wujud menyerupai putranya. Dimintanya sang anak bersembunyi. Agar dirinya saja yang menanggung hukuman.

Maka terjadilah, sang ayah yang telah merubah wujud menjadi anaknya, menjalani hukuman mati demi sang buah hati. Tapi sebelum itu terjadi, dirinya berpesan pada sang putra agar tak lagi berperilaku buruk dalam kehidupannya.

Konon di China ada sebuah bukit yang berbentuk naga. Orang-orang menyebutnya dengan ‘Tembok Punggung Naga’. Dikenang sebagai pengorbanan raja naga buat putranya. Pengorbanan seorang ayah untuk anaknya.

Jika selama ini ada yang bertanya-tanya, bagaimana sih posisi kita di hati ayah? Kisah di atas mungkin bisa menjadi jawabannya….

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Mana Pahlawanku?

Hari Pahlawan 2017 telah berlalu (10/11). Pada hari itu seluruh rakyat Indonesia,

IT dan Hasil Karya

Oleh: Fortin Sri Haryani Abad ke-21 disinyalir sebagai abad digital karena instrumentnya
Go to Top