Home » Opini » Sayang dia, Cinta dia » 96 views

Sayang dia, Cinta dia

Rubrik Opini Oleh
https://cdns.klimg.com/vemale.com/headline/650×325/2017/05/ini-alasan-mengapa-kasih-sayang-ortu-pengaruhi-perkembangan-anak.jpg

Hampir pecah tangisku menyaksikan peristiwa itu. Seorang suami mencekik, menampar dan menendang istrinya dengan keras. Tak jauh dari mereka, seorang anak histeris dan menangis menyayat hati, menyaksikan pertengkaran ibu-bapaknya.

Duhai lelaki, alangkah hinanya dikau dan begitu buruknya akhlakmu sampai engkau tega menyiksa istrimu seperti itu. Sebab wanita yang mendampingidirimu itu tidak dicipta dari tulang kaki hingga pantas kau injak-injak.

Ingatlah duhai para suami. Mereka sudah “menjadi” saat kau ikat hatinya di sebuah titik waktu kehidupanmu. Ya, sebab bukan dirimu yang merawat sejak ia kecil hingga kau menikahinya. Orang tuanyalah yang melakukannya.

Maka cinta dan sayangi pasangan hidupmu. Sebab Ayah-Ibunya sangat menyayangi dirinya. Bukankah engkau datang pada kedua orang tuanya dengan niat yang sangat mulia?

Hawa tercipta dari tulang rusuk Adam. Posisi tulang itu dekat dengan hati dan tangan. Maknanya adalah bahwa wanita itu dekat ke hati untuk dicintai, dan dekat ke tangan untuk dilindungi. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Mana Pahlawanku?

Hari Pahlawan 2017 telah berlalu (10/11). Pada hari itu seluruh rakyat Indonesia,

IT dan Hasil Karya

Oleh: Fortin Sri Haryani Abad ke-21 disinyalir sebagai abad digital karena instrumentnya
Go to Top