WORKSHOP JURNALISTIK DI ALAM

Rubrik Literasi Oleh

Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Lewolema yang tergabung dalam Komunitas Jurnalis Muda, Sabtu (16/9/27) menyelenggarakan Workshop Jurnalistik di Alam. Narasumber yang diundang pada kesempatan itu yakni Ketua Agupena Flores Maksimus Masan Kian.

Workshop jurnalistik memilih Pantai Waro yang tidak jauh dari SMPN 1 Lewolema, Persis di pinggir kanan arah jalan utama Larantuka menuju Tanjung Bunga. 14 Km dari Kota Larantuka.

Didampingi Maria Magdalena Murin, Guru Matematika kami di SMPN 1 Lewolema, Maksimus Masan Kian Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Flotim memberikan pelatihan jurnalistik.

“Kami diarahkan untuk duduk melingkar dalam kelompok. Pada sesi pertama, Pak Maksi, sapaan untuk guru Biologi di sekolah kami ini memperkenalkan sebuah buku yang berjudul “Tapak Tuah”. Menurut Pak Maksi, Buku Tapak Tuah baru diterbitkan oleh Penerbit Nusa Indah Ende yang penulisnya adalah tiga guru muda Flores Timur diantaranya Pion Ratulolly, Amber Kabalen dan Ari Tokan. Tak lain adalah teman temannya Pak Maksi. Mereka juga adalah anggota aktif di Agupena Flotim,’tutur Jeri Ruron salah satu peserta Workshop Jurnalistik.

Hera Hewen siswa Kelas VIII B salah satu peserta jurnalistik mengatakan, sesi berikut setelah memperkenalkan buku, Ketua Agupena Flotim, Maksimus Masan Kian memperkenalkan koran Pos Kupang sebuah koran lokal di NTT. Selanjutnya secara singkat peserta diberikan gambaran tentang bagaimana menulis berita langsung di lapangan, dan menulis puisi berdasarkan pengamatan langsung di alam. Kami dibagi dalam tiga kelompok. Ada 24 siswa terdiri dari siswa kelas VII dan VIII. Masing- masing kelompok terdiri dari 8 orang.

“membaca anda mengenal dunia, menulis andan dikenal dunia”. Rumus menulis adalah mulailah menulis. Demikian kata kata penutup yang disampaikan Maksimus Masan Kian dalam paparan materinya. Peserta kemudian didampingi untuk menulis berita dan menulis puisi. Sekian siswa menulis berita tentang abrasi, keindahan pantai, pembuangan sampah di pantai, dan juga kegiatan laksanakan pada hari itu. Beberapa puisi diberi judul, ombak, busa salju, mentari di ujung lautan, kelapan pohon seribu guna dan lain – lain.

Usai menulis berita dan puisi, peserta membacakan karya secara bergantian didampingi Ketua Agupena Flotim. Menurut Maksi,  karya tulis anak anak SMPN 1 Lewolema walau sederhana namun sudah baik. “Karya anak – anak kampung, walau sederhana namun sudah baik. Ini modal kamu untuk terus belajar, belajar dan belajar menjadi penulis muda hebat,”kata Maksimus. (Humas Agupena Flotim)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Literasi

Go to Top