Mengawinkan Prakarya dan TIK, Bisakah?

Rubrik Pendidikan Oleh

Oleh Yudhi Kurnia
(Pendidik/Humas SMP Muhammadiyah 8 Bandung)

Dalam tulisan kali ini saya coba menuangkan sebuah terobosan mengenai upaya untuk mengawinkan pembelajaran Prakarya dengan TIK. Loh, emang bisa? Pertanyaan itu yang mungkin saat ini sedang menggelayut dalam pikiran pembaca semuanya. Saya mempunyai anggapan TIK adalah mata pelajaran yang kabula-kabale (fleksibel:red). Fleksibel di sini mengandung arti jika TIK bisa di manfaatkan ataupun menjadi pendamping dari semua mata pelajaran. Terlebih dengan teknologi yang semakin maju saat ini, menapikan TIK sama saja dengan menolak kemajuan.

TIK dan Prakarya bagi saya merupakan mata pelajaran istimewa. Dua mata pelajaran yang lebih mengedepankan aktifitas praktik. Kegiatan praktik adalah kegiatan dimana hampir semua siswa menyukainya. Kegiatan yang melibatkan ranah psikomotor ini merupakan yang paling favorit menurut pendapat para siswa, terutama di sekolah saya. Sehingga, saya tidak terlalu banyak di sulitkan saat mengatur para siswa untuk beraktifitas praktik ini.

Kemudian, apakah bisa prakarya itu di kawinkan dengan TIK? Arti kata kawin ini sengaja saya ambil untuk mewakili kata integrasi. Bahwa TIK sejatinya bisa di manfaatkan dalam kegiatan mata pelajaran lainnya, bukan hanya dalam pelajaran yang lebih bermuatan praktik.

Di materi prakarya sebelumnya saya sudah mencoba menggabungkan materi-materi Prakarya dengan TIK. Hasilnya sangat menakjubkan, para siswa menjadi mudah paham dan belajar secara menyenangkan. Saya ambil contoh saat memberikan materi mengenai pembuatan kertas daur ulang, saat itu saya memberikan tantangan para siswa untuk membuat video tutorial. Video tersebut berisi tutorial/panduan dalam membuat bubur kertas. Video tersebut harus di buat dirumah dengan melibatkan orang tua untuk membantu. Video yang dibuat tidak harus panjang dan tidak harus dengan perangkat super wah. Cukup dengan menggunakan kamera yang ada di Handphone kemudian di edit dengan software edit video sederhana yang mudah di dapatkan melalui aplikasi di perangkat mobilenya.

Dari video yang sudah di kirimkan, saya merasa puas dengan kinerja para siswa. Berbagai macam ide video, teknik pengambilan video dan juga teknik editing yang baik sekali. Bahkan, tidak sedikit yang membuat narasi dari tutorial tersebut yang di tulis menggunakan bahasa Inggris. Pengiriman file video dilakukan melalui media social WhatApps, dengan kapasitas pengiriman yang tidak begitu besar para siswa menjadi belajar untuk dapat membuat dan memuatkan file video agar bisa dikirim melalui WA ini. Sehingga kemampuan mengelola file pun di perlukan dalam tugas ini. Namun, terkadang para siswa kreatif lainnya lebih memilih mengupload pada Youtube kemudian mengirimkan linknya untuk di cek.

Di kesempatan praktik Prakarya saya selalu mencantumkan materi TIK. Tujuannya adalah agar materi TIK ini bisa menjadi tool dalam memahami pembelajaran prakarya. Melalui sistem penugasan yang melibatkan TIK di dalamnya para siswa di tuntut untuk menggunakan perangkat yang di punya dengan bijak.

Dalam tugas praktik di materi kedua saya mempunyai rencana yang tak kalah dahsyatnya. Materi pembuatan kerajinan dari bahan lunak menjadi pokok utama praktik kedua di kelas 8. Para siswa akan di dorong untuk membuat karya menggunakan bahan lunak. Clay atau malam merupakan bahan utama untuk membuat kerajinan nantinya. Namun, clay yang akan di gunakan saya rencanakan bukan dalam bentuk jadi, siswa harus membuat terlebih dahulu clay dari bahan-bahan yang mudah di dapatkan di sekitar rumah. Clay tersebut akan di buat dari tepung-tepungan yang biasa di gunakan untuk membuat kue, yang akan di campurkan dengan lem putih dan bahan yang lainnya.

Clay yang dibuat akan sangat jauh harganya dari clay yang biasa di jual (playdoh misalnya). Dikarenakan murah maka para siswa dapat membuat banyak kerajinan nantinya. Dengan demikian, keterampilan membuat kerajinan akan lebih dalam lagi. Karena para peserta didik banyak di buat praktiknya.

Pada kesempatan nanti, kerajinan dari clay ini membuat karakter-karakter, seperti tokoh-tokoh kartun ataupun binatang. Di samping itu para siswa harus membuat synopsis cerita yang nantinya akan di tuangkan dalam sebuah video dengan jenis Stop Motion.

Video stop motion adalah video yang di buat dari serangkaian gambar yang di satukan. Gambar tersebut di satukan dan di buat video berisikan cerita yang didalamnya ada tokoh karakter yang dibuat dengan menggunakan clay tadi. Setting cerita haruslah berisi pesan-pesan positif sebagai contoh cerita dari stop motion adalah ajakan untuk membuang sampah pada tempatnya, ataupun bahayanya menebang pohon secara illegal, atau pencemaran sungai dari limbah pabrik atau yang lainnya.

Sepertinya kegiatan materi praktik kali akan sangat seru. Melibatkan berbagai macam kemampuan, kemampuan menulis scenario cerita, membuat karakter dari bahan clay, mengoperasikan kamera, membuat video stop motion berbantukan software editing video dan lain sebagainya. Sepertinya antara prakarya dan TIK bagi saya tidak ada jaraknya. Seperti anggota grup dalam MGMP Prakarya dan Juga TIK sepertiny orangnya itu-itu juga. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

Go to Top