8 FENOMENA UNIK YANG ADA DI FPMK 2017

Rubrik Berita Oleh

Abdul Malik Raharusun
(Wakil Sekretaris PP AGUPENA)


Sebuah perhelatan akbar Masyarakat dan Pemerintah Daerah Maluku Tenggara dan Kota Tual akan kembali digelar selama bulan Oktober 2017. Ya.., Festival Pesona Meti Kei atau Met Evav tahun 2017 (FPMK 2017).

Ini kali kedua digelarnya even FPMK. Tahun 2017 dilaksanakan sejak 5 – 22 Oktober dan pada puncak FPMK tanggal 22 Oktober nanti, Presiden Joko Widodo akan turut serta menyaksikan FPMK di Pantai Ngurbloat, Kabupaten Maluku Tenggara.

Untuk kamu yang masih penasaran tentang FPMK 2017 kami merangkum 8 fenomena unik yang ada di FPMK 2017, setidaknya ini versi penulis.

1. Fenomena Meti Kei/Met Evav

Meti Kei atau bahasa lokalnya Met Evav sesungguhnya fenomena alam yang luar biasa. Dimana air laut akan surut hingga mencapai kiloan meter. Masyarakat Maluku Tenggara menyebutnya dengan Met Evav. Fenomena ini hanya terjadi setahun sekali antara Oktober sampai dengan awal November. Air laut yang surut ini bahkan menyambungkan dua pulau yang tadinya terpisah oleh lautan, hamparan pasir putih dan aneka biota laut menjadi pemandangan pada Met Evav. Jika berjalan diatasnya serasa berjalan di atas laut. Di Kepulaun Tayando Yamtel, air laut yang surut bahkan menghubungkan tiga pulau sekaligus.

2. Fenomena Meluasnya Lidah Pasir Ngurtafur

Mati Kei yang teramat sangat membuat “Lidah Pasir” Ngurtafur tentunya makin meluas. Lidah pasir adalah fenomena munculnya pasir seperti lidah menjulur di lautan biru. Lidah pasir yang sangat terkenal di Maluku Tenggara adalah “Ngurtafur” di Kei Kecil Barat. Seperti jalan raya dengan lebar sekitar 6 meter panjangnya 5 kilo meter, Ngurtafur memanjang di atas lautan biru. Berjalan di atasnya membawa kita pada sensasi surga dunia, apalagi menjelang terbenamnya mentari.

3. Fenomena Karang Genus Acropora

Genus atau marga Acropora adalah jenis terumbu karang laut yang muncul ke permukaan laut akibat Meti Kei. Karang laut jenis ini (Acropora) tidak banyak di dunia hanya terdapat di daerah tropis. Tetapi untuk sampai muncul ke permukaan pantai hanya terdapat di Kepulaun Kei, Maluku Tenggara. Untuk kamu yang senang diving atau tidak bisa diving menikmati taman bawah laut di Meti Kei itu tidak perlu dilakukan sebab kamu sudah dapat menikmatinya pada permukaan pantai, dengan berjalan kaki. Munculnya Genus Acropora ini pada Kepulaun Kei Kecil Barat.

4. Fenomena Pasir Terhalus di Dunia dan Garis Pantai yang Panjang

Pantai Ngurbloat dan Pantai Ohoi Ohoidertutu di Kabupaten Maluku Tenggara termasuk pantai yang memiliki butiran pasir terhalus di dunia. Hamparan pasir putih sepanjang mata memandang ini seperti hamparan tepung terigu yang degelar sepanjang pantai. Mata kita benar-benar dimanjakan, kita berlari tanpa takut kaki tertusuk benda tajam, berlari seperi di atas hamparan terigu.

5. Fenomena Keindaahan Pulau Bair dan Yer Teran Ratut

Jika Papua Barat memiliki Raja Empat maka Kota Tual, Maluku Tenggara memiliki Pulau Bair. Pulau Bair adalah gugusan pulau-pulau berkarang pada lautan biru. Tebing pada gugusan Pulau Bair dengan air laut yang jernih membuat pengunjung tidak pernah berhenti berdecak kagum. Selain Pulau Bair destinasi wisata pantai yang juga berpulau karang dengan wisata ekstrim adalah Yer Teran Ratut di Ohoi Letman. Menawarkan model wisata pantai yang berbeda pada umumnya di Maluku Tenggara, Yer Teran Ratut justru memanfaatkan pulau-pulau berkarang sebagai wisata menguji andrenalin kita, seperti berselancar secara bebas lepas pada tali tambang yang menghubungkan antar pulau atau menaiki menara pada ketinggian sambil melihat jejeran pulau berkarang.

6. Fenomena Budaya Wer Warat

Wer Warat atau Tarik Tali adalah tradisi maritime masyarakat Maluku Tenggara yang telah berlangsung sejak lama. Wer Warat adalah menangkap ikan dengan cara menganyam daun kelapa bertingkat-tingkat membentuk jarring. Daun kelapa yang telah dianyam membentuk jaring dengan bantuan batu sebagai pemberat ditenggelamkan di lautan biru. Kemudia secara maren atau gotong royong masyarakat menarik anyaman daun kelapa ke daratan. Anyaman daun kelapa yang di tarik akan mengepung dan mendesak ratusan ikan ke tepi pantai, pada air laut yang surut masyarakat berebut menikam dan memotong ikan yang sudah terjebak. Keren kan…. !

7. Fenomen Wisata Kuliner Loi Lat

Selama FPMK jangan lupa untuk menikmati aneka kuliner laut, makan ikan dengan beragam masakan, cumi atau kepiting mungkin sudah sangat biasa. Anda perlu mencoba sesuatu yang baru, menikmati sayur Loi Lat rumput laut. Sayur Loi Lat sangat umum bagi orang Evav, sayur dari jenis tanama rumput laut. Disajikan serupa lalapan hanya dengan kelapa dan beberapa bumbu khas sayur Loi Lat dinikmati dengan gurih. Fakta uniknya sayur Loi Lat memiliki kandung gizi yang baik bagi perkembangan sel-sel otak. So…..jangan lupa ke FPMK untuk cicipi sayur Loi Lat.

8. Fenomena Lomba Belang Antar Ratschap

Pada puncak FPMK 2017 ini tanggal 22 Oktober 2017 yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual akan menggelar final lomba Belang antara 23 Ratschap atau Kerajaan se-Maluku Tenggara. Belang adalah perahu cepat yang pada zaman dahulu ketika terjadi perang baik perang antara Ratschap atau perang melawan kolonialisme adalah kendaraan perang yang sangat disegani. Di dayung oleh 33 pendayung Belang, satu pemegang kemudi, dua penimba ruang air, satu penabuh tifa dan satu pawang pengendali ilmu hitam, lomba Belang tidak hanya mengadu kekuatan, kecerdasan strategi tetapi juga dipercaya masyarakat mengadu ilmu kanuragan. Sejak perayaan HUT 50 tahun Kemerdekaan RI pada 1995 maka 22 tahun kemudia di even FPMK 2017 lomba Belang cepat antar Ratschap kembali digelar. Keren abis.

Demikian delapan Fenomena unik yang dapat anda jumpai saat Festival Pesona Meti Kei tahun 2017 destinasi wisata yang telah kami sebutkan tentunya belum mencakup seluruh destinasi wisata di Maluku Tenggara, seperti wisata zaman Pra-Sejarah di Pantai Ohoidertawun, Wisata jejak Perang Dunia II di Dullah Laut, Wisata pegunungan di Pulau Kei Besar, Wisata Air Terjun dan Permandia, Wisata Religi dan wisata budaya Masyarakat Evav. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Berita

Go to Top