Home » Opini » Ayahku Idola Pertamaku » 87 views

Ayahku Idola Pertamaku

Rubrik Opini Oleh

Pola pengasuhan di mana ayah juga terlibat aktif di dalamnya saat ini mulai lagi digalakkan. Rahmi Dahnan, Trainer dan Psikolog Yayasan Buah Hati, merupakan salah satu pegiat untuk kegiatan tersebut. Hal tersebut ia kemukakan saat mengisi seminar yang di adakan oleh Yayasan Senyum Ibu Indonesia (YSII). Yayasan yang bergerak di bidang sosial dalam hal pembinaan ibu dan anak di kecamatan Johar Baru.

Menurut Rahmi, anak perempuan yang lebih banyak bermain dengan ayahnya, akan tidak cepat puber. Ia pun akan tumbuh menjadi anak yang bahagia, dan tidak memiliki kecenderungan untuk mencari belaian laki-laki lain di luar rumah. “Banyaknya kasus anak yang hamil di luar nikah, setelah dicari permasalahan, ternyata salah satu penyebabnya adalah kurang kasih saying ayah. Kurang belaian dari ayah, sehinggga ia mencari belaian lain di luar rumah” tutur rahmi kepada peserta seminar parenting yang diadakan di RPTRA Rusun Tanah Tinggi.

Rahmi menyarankan agar para Ayah aktif dalam mengasuh anak-anaknya. Bahkan ada saatnya untuk ayah memvalidasi anak perempuannya, bahwa dia harta berharga yang ayah punya. “Bilang pada anak, saat ia sudah beranjak besar, contohnya saat anak kelas tiga SD. Katakan, kamu cantik Nak. Kamu harus jaga tubuh Mu, tidak boleh ada sembarangan orang yang menyentuh Mu. Tubuh Mu harus dijaga dengan baik”, ujar rahmi.

Selain itu, Rahmi juga berpesan agar para orangtua, jangan berbicara jelek tentang body image kepada anak perempuan. “Banyak anak perempuan yang menyerahkan dirinya kepada teman lelakinya, salah satu penyebabnya karena ada perasaan bahwa tubuhnya jelek. Karena itu perkataan orangtua harus yang menentramkan jiwa anak, yang dapat membuat anak percaya diri dan tidak terjebak pada hal negatif” tangkas Rahmi.

Rahmi juga punya kata-kata bijak, bahwa dalam pengasuhan, peran ayah dan ibu harus seimbang. Bila tidak, yang terjadi adalah ayah jablay, ibu lebay, anak alay. Untuk itu rahmi memberikan tips untuk para ibu, agar biar tidak jadi ibu lebay. Para ibu harap menahan emosi, terutama kepada anak. “Lebih baik dicontohkan saja, karena anak peniru ulang. Gunakan waktu luang ibu-ibu untuk meningkatkan keterampilan hidup kepada anak untuk mandiri, bersosialisasi, memupuk tingkah laku yang membantu sesama teman dan berbagi. Bukan diberi gadget. Dan ibu juga tidak sibuk dengan gadget” papar Rahmi kepada peserta yang terdiri dari guru dan orangtua PAUD di kelurahan Tanah Tinggi. ***

Tags:

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Opini

Mana Pahlawanku?

Hari Pahlawan 2017 telah berlalu (10/11). Pada hari itu seluruh rakyat Indonesia,

IT dan Hasil Karya

Oleh: Fortin Sri Haryani Abad ke-21 disinyalir sebagai abad digital karena instrumentnya
Go to Top