Berkarya dengan Arduino, Belajar Jadi “Ngga Kuno”

Rubrik Pendidikan Oleh

Oleh: Yudhi Kurnia

Pembelajaran prakarya kelas tujuh kali ini sungguh hal yang diferensiasi. Pasalnya ada pembelajaran mengenai Microcontroller dengan Arduino. Arduino sebuah kit yang dipakai untuk berbagai keperluan otomasi rumahan ataupun untuk sekedar hobby. Banyak perangkat yang sudah diusung dengan basis Arduino ini. para hobbiest drone misalnya, banyak yang sudah merancang drone yang murah meriah dengan menerapkan arduino sebagai otak dari drone itu sendiri.

Secara mendasar arduino bukan menjadi materi yang wajib disampaikan dalam kelas. Namun melihat fenomena yang berkembang saat ini, saya sebagai guru prakarya merasa tertantang untuk dapat memadukan materi yang ada dalam prakarya dengan pengetahuan dasar arduino. Hal tersebut tidak mengurangi esensi pembelajaran dalam kelas. Saya justru merasa para peserta didik mendapatkan materi yang benar-benar baru dan bersatu padu dengan prakarya.

Tidak hanya itu banyak otomasi rumahan misalnya untuk membuka pintu secara otomatis dengan kode angka, sensor suara atau sensor cahaya sekalipun yang menggunakan arduino. Mainan mobil robot banyak yang berbasis arduino. Pengontrol yang digunakan berbasis opensource ini tengah meraja pasalnya harga yang KW1 nya cukup terjangkau. Dengan menggunakan microcontroller arduino ini para siswa cukup mudah memahami bagaimana kinerja dari sebuah Microcontroller dalam kehidupan sehari-hari.

Awal-awalnya para peserta didik di berikan tayangan perangkat yang otomatis bekerja secara sendiri. Diantaranya drone, mobil robot, sensor cahaya dan lain sebagainya dan bertanya bagaimana kesemua perangkat tersebut bisa bekerja. Sebagai pengenalan mengenai arduino ini para peserta didik di berikan pengetahuan bagaimana menggunakan arduino ini dan bagian-bagian dalam arduino. Salah satunya adalah bagaimana mengetest jika arduino yang di punyai itu bekerja dengan baik.

Arduino dapat bekerja di sebabkan oleh komputer melalui kode programnya mengirimkan perintah-perintah ke dalam IC – Integrated Circuit Program yang ada di Arduino. Setelah program itu ter upload maka perintah-perintah tersebut langsung dieksekusi oleh arduino. Komputer dalam hal ini bekerja sebatas sebagai Antar Muka untuk memasukan perintah-perintah ke dalam Arduino itu sendiri.

Setelah program ter-upload maka selanjutnya arduino akan bekerja bersama-sama dengan alat input ataupun output yang sudah ditentukan. Sebagai contoh jika arduino digunakan sebagai alat untuk membuka kunci pintu dengan menggunakan kode angka maka yang menjadi Inputnya adalah Keyboard Angkanya dan yang menjadi output adalah motor yang terhubung dengan mekanik tempat membuka dan menutup kunci.

Di awal pembelajaran sebagai bentuk membiasakan diri menggunakan arduino dan menggunakan bahasa programnya, para peserta didik belajar tentang bagaimana membuat lampu LED bisa berkedip sesuai dengan waktu yang ditentukan dalam Perintah Program. Para peserta didik belajar untuk memasukan perintah kedalam komputer dan mengontrol kerja lampu LED dari sisi nyala dan padamnya. Dengan pembelajara membuat BLINK LED ini langkah awal melatih logika berpikir para peserta didik terjadi.

Dengan penggunaan arduino dalam pembelajaran prakarya melalui aspek Rekayasa ini peserta didik dilatih untuk berpikir secara engineer. Belajar untuk memecahkan masalah terutama dengan permasalahan logika-logika komputer dan dunia digital. Selain itu, belajar untuk menuliskan bahasa program komputer. Pembelajaran arduino yang masuk dalam pelajaran Prakarya ini menambah pengetahuan peserta didik akan penggunaan teknologi dalam kehidupan manusia. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

Go to Top