Memanfaatkan Smartphone untuk Pembelajaran

Rubrik Pendidikan Oleh

Oleh: Yudhi Kurnia
(Guru Prakarya – SMP Muhammadiyah 8 Bandung)

Selama ini sebagai seorang guru saya sering merasa bingung bagaimana menyikapi keberadaan perangkat elektronika canggih yang ada di tangan para peserta didik yang sering disebut dengan smartphone ini. Satu sisi perangkat ini adalah produk hasil pemikiran manusia dan perkembangan zaman yang harus di apresiasi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Di sisi lain keberadaan alat ini juga menjadi sumber masalah bagi anak-anak didik saya. Umumnya mereka jadi malas belajar dan sibuk “bermain” dengan perangkat smartphone ini. Hampir di kebanyakan sekolah di Indonesia belum mempunyai aturan khusus tentang bagaimana siswa/I menggunakan smartphone yang mereka miliki. Meski ada beberapa sekolah yang dengan tegas melarang para siswanya membawa alat ini ke sekolah. Tidak sedikit sekolah juga yang lebih lunak terhadap siswanya untuk urusan smartphone ini, yaitu dengan mempersilakan dibawa tapi dengan konsekuensi tidak dipergunakan pada saat-saat jam belajar.

Sudah tepatkah aturan larangan untuk membawa smartphone ke sekolah untuk para siswa di didik itu ? Di sekolah saya sendiri, status membawa ataupun menggunakan perangkat smartphone ini masih tentatif. Bergantung dari kebutuhan. Namun, tentu di atur dengan aturan jelas. Misalnya, para siswa boleh membawa dan menggunakan alat smartphone hanya saat ada izin dari guru dan dalam ranah belajar. Ataupun di gunakan untuk ujian secara online saja karena sekolah sudah mencanangkan pengurangan kertas dalam setiap aktifitasnya.

Ungkapan “Jika ingin memburu tikus yang memakan padi hasil panen, jangan membakar lumbungnya” ini yang mungkin bisa kita terapkan, persoalannya adalah bukan bagaimana mereka menggunakan atau tidaknya alat tersebut. Namun, seberapa manfaat kegiatan mereka dalam menggunakan gadget ini jika dihubungkan dengan mata pelajaran yang di pelajari di sekolah.

Maka jelaslah bukan gadget-nya yang bermasalah, namun bagaimana sekolah yang di wakili oleh guru memeras otak agar penggunaan gadget yang “tidak mungkin” dilarang ini bisa dimanfaatkan oleh siswa sebagai media belajar. Jika siswa tidak disibukan dengan mengerjakan hal positif dan dibantu menggunakan gadget ini maka akan ada kegiatan negatif lain yang mereka kerjakan.

Sudah banyak contoh dari bagaimana menggunakan perangkat ini untuk belajar. Salah satunya adalah dengan pemberian tugas proyek pembuatan video. Dalam proyek ini siswa menjadi sibuk menggunakan gadget mereka dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan hasil video yang spektakuler. Sehingga mereka tidak mengerjakan hal lain di luar proyek yang diberikan.

Saat ini beredar gadget dengan harga murah dan dengan kualitas yang cukup khususnya kualitas videonya. Ini bisa dimanfaatkan untuk pembuatan video yang bagus dan bisa layak di unggah ke situs seperti youtube. Dengan demikian gadget yang mereka miliki bisa bernilai kebaikan, diantaranya siswa kita akan lebih banyak mengerjakan hal yang positif daripada hal yang negative dengan gadgetyang mereka miliki.

Dan sekarang adalah tinggal bagaimana gurunya sendiri yang secara kreatif mampu membelajarkan siswa dengan berbantukan gadget ini yaitu dengan memberikan tugas proyek video. Jenis pembelajaran seperti apa yang bisa memanfaatkan seperi gadget ini? Sebetulnya semua jenis mata pelajaran bisa menerapkan proyek video ini dalam kelasnya. Dari mulai yang sederhana sampai yang harus mempersiapkan alat, waktu dan bahan yang tidak sederhana.

Namun guru-guru harus pintar memilih tema, ataupun materi yang sangat cocok diterapkan untuk membelajarkan siswa dengan gadgetnya. Yang pada intinya adalah siswa menjadi lebih mengetahui dan paham bahwa gadget yang mereka miliki bisa menghasilkan sebuah karya yang hebat. Dan tentunya ini yang akan menjadi terobosan bahwa kita tidak bisa melarang para siswa kita untuk berada dalam dunianya yaitu “dunia” digital, karena dunia digital adalah dunia mereka. Hanya tinggal bagaimana sekarang dunia yang sekarang mereka geluti dan alami ini bisa bermanfaat untuk mereka saat ini, bahkan untuk mereka dimasa yang akan datang.

Untuk guru Bahasa Indonesia khususnya bisa memberikan tugas proyek berkelompok tentang pembuatan drama di kelas, dan di rekam menggunakan gadget mereka. Drama bisa di mulai dari yang sederhana. Dalam proyek tersebut masing-masing siswa berbagi peran, ada yang jadi pemain, penulis scenario, penata panggung, kamerawan dan lain-lain.

Sebagai sebuah drama yang memang di skenariokan, adanya kesalahan adalah hal yang wajar terjadi, biarkan saja para siswa kita memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka baik itu dari sisi teknis maupun non-teknis dalam penggarapan drama tersebut. Harapannya, mereka akan belajar dari kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan dan berusaha untuk memperbaikinya. Peranan guru bahasa Indonesia di sini adalah sebagai fasilitator dari kegiatan siswa. Dan memberikan masukan-masukan yang membangun tentunya untuk perkembangan kemampuan mereka dalam berbagi peran sebagai sebuah tim.

Hasil dari rekaman yang mereka lakukan, tentunya tidak bisa secara langsung untuk dikonsumsi oleh audiens, masih ada hal lain yang harus dikerjakan diantaranya adalah mengolahnya dan di hasilkan video yang memang betul-betul layak untuk ditayangkan dan bernilai pendidikan tentu saja.

Proses pengambilan maupun pengolahan dari hasil rekaman ini bisa dibantu oleh guru TIK, yang memerlukan software dan hardware yang digunakan untuk mengolah video yang telah di hasilkan.

Biasanya hardware yang digunakan adalah kamera dan seperangkat Komputer atau laptop yang di dalamnya terdapat perangkat lunak khusus untuk mengolah video. Software yang digunakan dari yang paling sederhana dan sangat mudah penggunaannya maupun instalasinya yaitu dengan menggunakan Microsft Movie Maker. Selain mudah, penggunaan software edit video yang sudah termasuk dalam sebuah sistem operasi ini umum di gunakan untuk pembelajaran.

Setelah selesai dengan pengolahannya, maka selanjutnya adalah mengunggah ke situs internet salah satunya yang paling popular adalah situs youtube. Sekolah bisa secara khusus membuat channel atau saluran video yang menjadi milik sekolah. Sehingga semua karya video dari peserta didik kita akan disimpan dalam channel ini.

Dengan pembelajaran yang mandiri dan kolaboratif ini di harapkan juga tujuan dari pendidikan Abad 21, di mana para peserta didik di tuntut untuk bisa mengkolaborasikan setiap mata pelajaran sehingga dapa menjadi bekal hidup mereka di masa yang akan datang. Perlahan namun pasti kemajuan teknologi saat ini sudah merata. Nyaris sudah masuk ke desa-desa dengan program internet masuk desanya, harga smartphone yang murah meriah pun hadir dan di lengkapi dengan fasilitas kamera yang cukup baik. Secara kemajuan teknologi, Indonesia telah menerima dengan begitu baik. Sekarang waktunya penerimaan itu di lanjutkan dengan pemanfaatan agar bisa di hasilkan manfaat untuk kemajuan bangsa Indonesi di masa yang akan datang.

Shoot and share merupakan hal yang biasa terjadi di masa sekarang ini. Dengan kemudahan mengambil gambar atau video sebuah kejadian dan langsung di unggah ini ternyata membangkitkan semangat untuk berbagi. Semangat berbagi dalam pendidikan merupakan peningkatan kualitas kehidupan dan kebudayaan yang sangat baik di masa depan.

Tujuan mulia pendidikan salah satunya adalah menjadikan peserta didik mampu untuk bertahan hidup di masa depannya. Dengan demikian, pendidikan yang mengarahkan kepada membelajarkan siswa untuk mandiri menjadi sebuah kewajiban. Tantangan zaman di masa mendatang akan lebih berat lagi, mempersiapkan para peserta didik untuk mampu menerapkan hasil pendidikan di sekolah dalam kehidupan sehari-harinya sangatlah di perlukan. Memberikan bekal seperti bijak dalam menggunakan gadget atau peralatan komputer adalah hal yang wajib di lakukan. Di samping itu, pemberian pemahaman tentang nilai-nilai akhlak dalam menggunakannya merupakan hal yang tentunya mutlak di berikan. Jangan sampai para peserta didik maju dalam teknologi namun mundur dalam akhlak.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

PAHLAWAN ZAMAN NOW

Oleh Fortin Sri Haryani Pahlawan diartikan sebagai seorang yang telah berjasa, memberikan

PKN DAN NILAI MORAL

Oleh: Salamuddin Uwar (Guru SMP Negeri 7 Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara,
Go to Top