Home » Pendidikan » Hidden Kurikulum » 130 views

Hidden Kurikulum

Rubrik Pendidikan Oleh

Oleh: Fortin Sri Haryani

Ada pertanyaan di balik tragedi pembunuhan massal oleh Stephen Paddock yang terjadi di Las Vegas Amerika, negara maju yang sering dikatakan sebagai Dream Land bagi warga dunia pada awal Oktober lalu. Menurut informasi yang didapatkan penulis , pelaku adalah seorang miliuner, pensiunan akuntan yang memiliki bisnis di bidang property dan memiliki lisensi untuk menerbangkan pesawat kecil. Suatu ironi sekaligus kembali menegaskan bahwa kekayaan (baca : materi) ternyata bukanlah sumber kebahagiaan hidup seseorang. Setelah melakukan penembakan massal, Paddock bunuh diri sehingga timbullah pertanyaan : “Apa yang hilang dalam diri Paddock?”

Di dalam buku Butir Hikmah di Balik Fakta Ilmiah tulisan Syaefudin mengisahkan para ilmuwan dari University of Rochester, Amerika Serikat yang melakukan penelitian tentang kunci kebahagiaan. Christopher Niemic, Richard Ryan dan Edward Deci mengelompokkan pertanyaan menjadi 2 bagian. Pertama berhubungan dengan persahabatan yang erat dan langgeng, serta sikap menolong untuk memperbaiki hidup orang lain, yang disebut sebagai aspirasi intrinsik. Kedua, berkaitan dengan keinginan menjadi seorang yang kaya dan mendapatkan pujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cita-cita intrinsik lebih membuat orang bahagia dari pada cita-cita ekstrinsik. Dengan mencapai tujuan intrinsik, mereka telah memenuhi kebutuhan dasar kejiwaan. Peneliti membuktikan bahwa terwujudnya “American Dream” seperti kekayaan, ketenaran dan pujian bukanlah kunci kebahagiaan. Sejumlah mahasiswa yang diteliti menyatakan bahwa melalukan amal baik lebih menyenangkan.

Mengembangkan sikap intrinsik siswa salah satunya melalui hidden kurikulum, yaitu kurikulum yang tidak termaktub dalam standar komptensi namun mampu memberikan pesan yang kuat dalam pendidikan moral dan karakter warga sekolah. Segala tingkah laku dan kebiasaan kita dalam membersamai murid-murid adalah hidden kurikulum. Bagaimana kita mengatur kelas sehingga nyaman untuk disinggahi juga bagian dari hidden kurikulum. Kegiatan di luar pembelajaran yang mampu memberikan makna seperti kegiatan pekan lalu di sekolah kami, siswa saling berkunjung ke rumah salah satu temannya dalam program home visit. Berkunjung untuk saling menyemangati, menjalin keakraban dan membina tali persaudaraan sehingga terbangun kekompakan dan menumbuhkan empati dalam diri untuk saling menyayangi dan menghargai nilai persahabatan. Seperti penelitian di atas, motivasi intrinsik lebih memberikan kebahagiaan diri dan menambah nilai kebermanfaatan diri ternyata memberi energi positif untuk terus beraktivitas dan berkarya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain “.***

Rujukan:

Deci E, Niemic C, Ryan R. 2009. Achieving Fame, Wealth, and Beauty are Psychological Dead Ends, Study Says. Di dalam: Syaefudin. 2017. Butir Hikmah di Balik Fakta Ilmiah. Bogor : IPB Press.

Internasional.kompas.com/read/2017/10/03/10105111/penembak-di-las-vegas-adalah-miliuner-dan-investor-real-estat [diakses 15 Oktober 2017]

1 Comment

  1. Sangat…inspiratif…indahnya berbagi , mari kita bangun generasi penerus bangsa dg kita membangkitkan kemampuannya secara maksimal yg kita hasilkan dari kesederhanaan…

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

Go to Top