Memperkuat Kemampuan Inti dalam Pembelajaran

Rubrik Pendidikan Oleh

Oleh: Yudhi Kurnia, S.T.

Manusia mempunyai cara masing-masing dalam menghadapi sebuah permasalahan. Ada yang menyelesaikan dengan cepat ada juga yang memerlukan waktu lebih lama. Bahkan, tak jarang yang memilih lari dan menghindar dari persoalan yang dihadapinya.

Saat ini kita banyak dihebohkan dengan pemberitaan tentang ujaran kebencian yang tidak mencerminkan manusia yang terdidik dan terpelajar. Terutama di media sosial, cermin kesantunan dalam berkomunikasi nyaris tidak ada. Hal ini mencerminkan bahwa bangsa ini belum siap dengan adanya perbedaan pendapat, dan belum dewasa dalam menghadapi konflik horizontal yang terjadi.

Bagi guru, tentunya sangat besar harapan untuk dapat melahirkan generasi yang mampu menghadapi setiap persoalan yang menimpa dirinya. Kemampuan menghadapi juga harus di barengi dengan kemampuan menyelesaikannya. Pada intinya setiap peserta didik harus mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya. Persoalan apakah dapat diselesaikan dengan cepat atau lambat, tidak menjadi sebuah hal yang harus di rumitkan. Karena kecepatan dalam menyelesaikan itu berkaitan erat dengan pengalaman dan juga ilmu pengetahuan yang dimiliki.

Sepanjang mempunyai mental yang tangguh dalam menghadapi masalah, maka kecepatan akan terasah seiring berjalannya waktu. Untuk awal-awal bisa jadi berbagai macam persoalan akan lama untuk selesai, namun dengan pengalaman yang terus bertumbuh tersebut bukan tidak mungkin kecepatan hanya tinggal masalah waktu saja.

Manusia dewasa saat ini adalah produk dari pendidikan dimasa lalu. Pendidikan saat ini merupakan cikal bakal manusia Indonesia dimasa mendatang, bisa 5, 10 bahkan 20 tahun yang akan datang. Gagal dalam memberikan pendidikan, maka kegagalan membangun bangsa kedepannya. Ada sebuah ungkapan “ajarilah anak didikmu, agar mereka bisa hidup di masa yang akan datang, yang mungkin tidak sama dengan masa kita saat ini”.

Pendidikan seperti apa yang kiranya tepat untuk diberikan agar para generasi mendatang itu sukses? Banyak sekali literatur yang mengungkapkan pendidikan masa kini untuk kehidupan masa depan. Salah satunya adalah bagaimana menumbuhkan kemampuan inti dalam pembelajaran. Apa itu kemampuan inti ? kemampuan inti adalah kemampuan dasar pembelajaran yang akan membuat peserta didik mampu menghadapi kehidupan di masa yang akan datang. Kemampuan inti ini terintegrasi dalam pembelajaran di sekolah. Meskipun, kurikulum sering berganti, namun kemampuan inti ini tetap harus menjadi ruh dalam pendidikan, guna mempersiapkan generasi yang mampu bertahan di masa datang.

Kemampuan inti ini bukan sebuah bentuk kurikulum ataupun pelajaran baru. Kemampuan inti ini masuk dalam pembelajaran di kelas. Ada enam kemampuan inti yang harus di miliki oleh manusia dewasa baik masa ini dan masa mendatang, meskipun ada beberapa literatur yang menuliskan lima inti saja. Akan tetapi, ke semuanya mempunyai kesamaan, hanya saja ada point yang melebur dengan poin yang lainnya. Kemampuan tersebut diantaranya adalah kemampuan menjadi warga negara bahkan warga dunia yang baik (cirizenship), kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama dalam sebuah komunitas atau tim (collaboration and communication ), kemampuan berpikir kreatif dan menghadirkan pemikiran yang imajinatif (creativity and imagination), mampu berpikir kritis dan menjadi pemecah masalah yang handal (critical thinking anda problem solving), mampu memberdayakan diri dalam era literasi digital (digital literacy), serta mampu menumbuhkan sifat kepemimpinan dan pengembangan kepribadian (leadership and personal development).

Dari keenam poin kemampuan inti tersebut seharusnya dapat masuk kedalam pembelajaran mata pelajaran apapun, kemampuan inti bukan kurikulum atau mata pelajaran baru. Pelaksanaan bagaimana menumbuhkan kemampuan inti tersebut tidaklah sulit. Hanya saja harus ada kemauan dan kemampuan dari masing-masing guru untuk mau memulai dan menerapkannya diruang kelas.

Cara yang paling efektif adalah dengan memulai minimal satu kemampuan terlebih dahulu, misal bagaimana menumbuhkan budaya berpikir kritis dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menggali kepada jawaban yang menggunakan pemikiran tingkat tinggi (high order thinking skills). Guru juga memberikan ruang agar para peserta didik untuk lebih kreatif serta tidak membatasi ruang gerak berkreasi selama tidak menabrak norma yang ada. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

Hidden Kurikulum

Oleh: Fortin Sri Haryani Ada pertanyaan di balik tragedi pembunuhan massal oleh
Go to Top