Moment Sumpah Pemuda Penuh Kreasi

Rubrik Berita/Kegiatan Oleh

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Sumpah Pemuda tahun 2017, Sabtu (28/10), Rayon Wulanggitang menyelenggarakan beragam kegiatan kreatif untu siswa, salah satunya Lomba Cerdas Cermat antar SMP se rayon Wulanggitang yang dihadiri oleh 8 sekolah dari 10 sekolah.

Acara pembukaan dimeriahkan dengan deklarasi Pemuda dan tarian serta lagu – lagu oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPS Santicima Trinitas Hokeng. Peserta lomba, para guru pendamping dan para Kepala Sekolah sangat antusias dalam menyukseskan acara ini. Hal ini terlihat jelas dari persiapan panitia lomba, mulai dari proses penjemputan, acara pembukaan, deklarasi puisi pemuda, demo sumpah pemuda sampai acara puncak Cerdas Cermat.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Rayon Wulanggitang, Gaspar L. Tukan mengatakan, momentum Sumpah Pemuda menjadi milik generasi muda. “Kegiatan cerdas cermat yang kita lakukan hari adalah proses memcerdaskan generasi muda tunas harapan bangsa. Merekalah empunya lewotanah ini. Selain, sebagai ajang persiapan untuk Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang akan datang. Mari terus bekali generasi kita dengan kegiatan inspiratif sebagai modal mereka kelak menjadi pemuda yang cerdas, cermat, dan cekatan serta dan Trampil penuh iman dan takwa.

Sementara itu Karolus Tukan, Pengawas Sekolah Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Flores Timur (Flotim) dalam sambutan sebelum membuka kegiatan Lomba cerdas cermat mengatakan paradigma pendidikan perlahan mulai berubah seiring dengan perubahan kurikulum. “Dulu guru mengajar, siswa belajar. Sedangkan sekarang guru dan siswa sama-sama belajar. Kurikulum 2013, tidak hanya menekankan rana pengetahuan tetapi juga sikap dan keterampilan. Dalam perlombaan ini ketiga aspek ini mesti ditunjukkan, bukan hanya pengetahuan yang dipamerkan tetapi sikap dan keterampilan juga harus ditunjukkan,” kata Karel.

Pada hari yang sama, di SMPN 1 Wulanggitang menggelar ajang kreasi Literasi dengan pameran buku – buku bacaan yang selama ini di pakai pada saat jam literasi (15 menit membaca sebelum Kegiatan Belajar Mengajar) dan pameran makanan lokan yang di sediakan oleh siswa. Moment Sumpah pemuda penuh kreasi.(Valentinus Waton- Pengurus Agupena Flotim)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*