SMK Muhammadiyah 15 Jakarta Semarakkan Hari Sumpah Pemuda dengan Pementasan Drama “Robohnya Surau Kami”

Rubrik Berita/Kegiatan Oleh

Memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan upacara adalah sesuatu yang lazim, namun merayakannya dengan hal berbeda menjadi brand dan diferensial yang luar biasa. Hal itulah yang ditampilkan oleh siswa-siswi SMK M 15 Jakarta, dengan mementaskan drama yang disadur oleh Jalal Ahmad dari cerita pendek karya A. A. Navis, yaitu “Robohnya Surau Kami”. Bertempat di Gedung Pertunjukan Bulungan, Jakarta Selatan. Pementasan drama dilatih langsung oleh Bapak Rudi Hermawan; guru Bahasa Indonesia yang super kreatif.

Selain pentas drama sebagai sajian utama, acara tersebut juga diawali dengan berbagai pertunjukan menarik, di antaranya, tarian-tarian daerah yang memesona, asuhan Ibu Noviana Styaji; Guru Seni yang keren.

Berikutnya, pemutaran film-film pendek karya siswa-siswi SMK M 15 Jakarta, yang mengisahkan tentang: “Semangat Belajar Tanpa Batas Walau Penuh dengan Keterbatasan”.

Selanjutnya, acara disusul dengan pembacaan puisi oleh Imam Maulana; siswa kelas XII, “Pemuda Mana Telurmu” karya Sutardji Calzoum Bachri. Pesannya, pemuda-pemudi Indonesia harus berkarya untuk bangsanya.

Acara tersebut dipenuhi ribuan penonton, mulai dari Pimpinan Muhammadiyah Jakarta, orangtua siswa, tamu undangan, masyarakat umum, tentunya principal; Ibu Ira Chairani, dewan guru, dan siswa-siswi SMK M 15 Jakarta.

Sebagai pembukaan drama, tim mendeklamasikan beberapa puisi “Aku Belum Bisa Menganggapmu Tuhan,” “Surat untuk Tuhan,” dan “Sumpah Serapah,” karya penyair muda asal Madura; Edi Sugianto (Esug).

Drama “Robohnya Surau Kami,” menyiratkan pesan mendalam, bahwa para pemuda harus bersemangat belajar untuk mengabdikan diri, dan memakmurkan negeri yang “gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo“. Surau adalah semestinya menjadi cahaya yang mencerahkan, tidak hanya dalam hubungan dengan Tuhan, namun juga dengan manusia, dan alam semesta. Alam Indonesia yang kaya raya harus dikelola anak bangsanya yang sah, demi menyejahterakan ibu pertiwinya.

Berbagai rentetan acara tersebut berjalan meriah, kece abis, dan sukses, Alhamdulillah.

By Edi Sugianto

Jakarta, Oct 28 2017

EDI SUGIANTO (Esug), lahir di Sumenep, 22 September 1989 (28 tahun), dari pasangan H. Abd Lathif dan HJ. Holifah. Lulus SD Gedugan I (1996-2001), MTs Al-Hasan Somber Giligenting (2002-2004). TMI Al-Amien Islamic Boarding School, Sumenep Madura (2005-2008), S1- Universitas Muhammadiyah Jakarta (2009-2013). Kegemaran menulis dimulai sejak nyantri di Pesantren Al-Amien. Saat ini tulisannya berupa esai, resensi, dan puisi telah dimuat di berbagai media (cetak, dan online) nasional, seperti koran Kompas, Republika, Koran Tempo, dll. Majalah, Tabloid, Jurnal Kampus, dan Agupena (online). Bukunya yang telah terbit, Menyalakan Api Pendidikan Karakter (2016). 99 Api Berlayar (2016). Tuhan dalam Rintik Hujan (2017). Cinta dalam Secangkir Kopi (2017). Di samping itu, ia juga berkiprah sebagai guru agama Islam di SMA Muhammadiyah 11, Rawamangun, Jakarta Timur, dan SMK Muhammadiyah 15, Setiabudi, Jakarta Selatan. Sekretaris Majelis Pendidikan Kader, PCM Rawamangun (2015-2020). Di waktu luangnya, anggota AIS (Arsenal Indonesia Supporter) ini, punya hobi main futsal, Football PlayStation, seni vocal (nyanyi dan qiroah). Email: esug_L2s@yahoo.com. Facebook: Edi Sugianto Sug.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*