Kebangkitan Bimbingan Konseling Teknologi Informasi dan Komunikasi (MG BK/TIK) di Kota Bandung

Rubrik Berita/Pendidikan Oleh

Oleh: Yudhi Kurnia, S.T.

Lahirnya Kurikulum 2013 sebagai pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2006), membawa beberapa mata pelajaran baru, tidak hanya itu bahkan menghilangkan mata pelajaran lainnya seperti salah satunya Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) pada jenjang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

Dalam struktur kurikulum baru tersebut mata pelajaran TIK telah hilang. Sebagai penggantinya adalah munculnya mata pelajaran Prakarya. Dengan demikian, banyak guru-guru yang mengajar TIK sebelumnya beralih menjadi guru prakarya pada Kurikulum 2013.

Saya sempat berpikir dan juga protes. Kenapa satu mata pelajaran yang nyatanya adalah sebuah mata pelajaran yang betul-betul kekinian dan sangat dekat Anak-anak Zaman sekarang, kok malah dihilangkan. Entah gimana nasibnya bagi guru-guru TIK yang sudah tersertifikasi apabila Mata Pelajarannya sendiri hilang.

Ditengah kegamangan tersebut ada secercah harapan, tentang maksud baik dari pemerintah tentang kebijakan baru di Kurikulum 2013 ini. Meskipun TIK sebagai mata pelajaran sudah hilang namun ruh pembelajarannya masih ada dan melekat, bahkan secara khusus mempunyai porsi yang proporsional. TIK sebagai mata pelajaran saya katakan berubah wujud dan bangkit menjadi Bimbingan Konseling TIK.

Perubahan inilah yang memposisikan TIK lebih sangat diperlukan sebagai sebuah sarana pembimbingan di sekolah. Pembimbingan yang tidak tersekat oleh ruangan. Sama halnya dengan bimbingan konseling jumlah jam pelajaran digantikan dengan kewajiban membimbing sebanyak 150 siswa. Dengan demikian, seorang guru BK/TIK mempunyai 150 siswa yang setara dengan 24 Jam pelajaran dalam proses KBM.

Saat ini di kota Bandung telah bangkit (MG BK/TIK). Musywarah Guru tersebut dimaksudkan sebagai sarana penunjang agar keberjalanan BK TIK ini dapat di laksanakan dengan maksimal. Guru BK/TIK memerlukan adanya komunikasi diantaranya dengan (MG BK/TIK) ini.

Musyawarah Guru BK/TIK Kota Bandung saat ini di ketuai oleh Toni Nurjaman, seorang guru TIK dari salah satu SMP Negeri Kota Bandung. Dengan telah diangkatnya seorang ketua, tentunya dengan jajaran pengurus lainnya ini membuktikan bahwa (MG BK/TIK) telah bangkit, menjadi bagian dari sistem Kurikulum 2013.

Segudang rencana kegiatan sudah dipersiapkan, salah satunya adalah membangun konsolidasi di akar rumput dan pucuk pengurus, dan dengan waktuk yang tidak lama akan segera menyelenggerakan kegiatan seminar-seminar ke-IT-an. Tidak hanya itu, pengurus juga sedang merancang program kerja, agar keberjalanan Bimbingan Konseling TIK ini bisa sesuai dengan harapan. Tidak hanya itu, program-program Sekolah Juara Kota Bandung terdapat sentuhan dari peran sentral (MG BK/TIK) ini.

Program (MG BK/TIK) harus mampu menyentuh ranah bukan hanya siswa, namun juga guru-guru sebagai partner dalam pembelajaran. Guru yang memerlukan tenaga bantuan dalam mengembangkan kemampuan IT ataupun penggunaan media dalam pembelajaran bisa berkonsultasi dengan BK/TIK.

Dengan demikian, peran dari sang ahli IT sekolah tidak hilang. Karena yakin, saat ini TIK telah menjadi bagian hidup pendidikan saat ini. Data sudah terdijitalisasi, semua segi pembelajaran sudah berbantukan komputer. Untuk itu, peranan BK/TIK sangat strategis untuk mengantarkan sekolah maju, dan tentunya untuk mendukung dan pratisipasi aktif pada program Bandung Juara salah satunya adalah SaKOJA. SaKoja merupakan program yang dimiliki oleh Dinas Kota Bandung melalui Bidang PPSMP dibawah naungan Kasie. Kurikulum yaitu Bp. Bambang Ariyanto. Dalam sakoja ini (MG BK/TIK) Kota Bandung turut serta mendukung penuh program yang menjadi rumahnya Sekolah Juara Kota Bandung.
Selamat berkarya semua guru BK/TIK. Tenaga Anda masih ada yang membutuhkan ternyata. ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*