Menyongsong Semangat Sumpah Pemuda

Rubrik Pendidikan Oleh

Oleh: Fortin Sri Haryani

Dalam catatan sejarah, pemuda selalu memiliki tempat dan peran dalam perjuangan bangsa.  Pemuda adalah motor penggerak   kemerdekaan sekaligus sekaligus sebagai benteng pertahanan. Berbagai organisasi kepemudaan yang tumbuh di era perjuangan merupakan kristalisasi cita-cita luhur membebaskan bangsa dari segala bentuk penjajahan.

Tentunya begitu pula dengan peran pemuda saat ini, meskipun tidak lagi mengangkat bambu runcing, mengisi kemerdekaan dengan membangun bangsa dilandasi  jiwa nasionalisme melalui aksi nyata,  mampu  mengangkat harga diri bangsa juga bermakna perjuangan.

Mengenalkan profil para pejuang untuk diteladani sifat dan karakternya serta memberikan contoh aplikasi dalam kehidupan saat ini adalah contoh pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching Learning). Misalnya meneladani sifat tanggung jawab :  sanggup  menggunakan gadget dengan bijak, memahami betul manfaat dan mudharatnya.

Dalam rangka meneladani sifat dan karakter para pejuang,  SMA fajar Hidayah mengadakan acara bedah tokoh negarawan Muh. Natsir bekerja sama dengan organisasi Turun Tangan Jakarta, Kelas Negarawan Muda. Muh Natsir adalah pejuang  kemerdekaan yang kharismatik.  Sebagai seorang yang pernah menjabat perdana menteri,  Muh. Natsir tidak memiliki pakaian bagus, jasnya bertambal, tidak memiliki rumah sendiri, bahkan menolak ketika ditawari mobil mewah. Suatu sikap yang layak diteladani, sederhana dalam hidup, namun total dalam perjuangan.

Diskusi dan tanya jawab di akhir sesi diharapkan mampu merangsang pemikiran kritis siswa. Mau keluar dari zona nyaman untuk mengembangkan kapasitas diri serta peka terhadap lingkungannya adalah tantangan remaja saat ini menuju pribadi pejuang sejati.***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Pendidikan

Hidden Kurikulum

Oleh: Fortin Sri Haryani Ada pertanyaan di balik tragedi pembunuhan massal oleh
Go to Top