National Workshop Penulisan Buku 2017

Rubrik Literasi Oleh

Oleh: Yudhi Kurnia

Menjadi ‘Guru Zaman Now’, tak keren jika tidak mampu untuk ‘menelurkan’ buku alias membuat buku. Kenapa disebut tidak keren, pasalnya dengan menulis dan menghasilkan sebuah karya tulis maka seorang guru akan banyak dikenal orang dan hasil karyanya dapat di nikmati banyak orang. Keren, kan?

Untuk menghasilkan sebuah buku diperlukan niat kuat. Selain itu, cara dan juga metode menuliskan buku untuk diterbitkan mutlak untuk diketahui, agar hasil karya buku yang dibuat bisa bagus dan menarik juga mempunyai nilai “market”.

Untuk menjawab kebutuhan guru menulis dan juga bagaimana guru itu harus menulis, di Tawangmangu Jawa tengah sedang diselenggarakan Kegiatan Kepenulisan yang bertema “National Workshop Penulisan Buku 2017”, kegiatan yang diselenggarakan mulai tanggal 9 November ini akan dilaksanakan selama 3 hari sampai tanggal 11 November 2017.

Pemateri yang hadir dan memberikan pencerahan dalam penulisan buku ini adalah Prof. Imam Robandi, beliau adalah Guru Besar dan juga Dosen dari ITS- Surabaya. Beliau merupakan penulis aktif dan telah menelurkan puluhan buku baik itu buku text, ataupun buku bahan ajar. Ada salah satu buku yang menurutnya dahsyat. Yaitu, buku berjudul “Ethos Of Sakura”, buku yang terbit 2010 ini masih banyak yang menyukai dan terus-menerus menerus di cetak, buku ini sangat digemari oleh kaum hawa, dan beberapa orang China menyukai buku tersebut.

Di Tawangmangu ini hadir sekitar 225 Orang dari kalangan Guru Muhammadiyah seantero Nusantara dan juga pengurus PDM dari beberapa kota. Awalnya jumlah peminat dari kegiatan ini itu adalah 110 orang, namun dengan semakin mendekati waktu pelaksanaan peserta menjadi bertambah hingga 225 orang. Namun, demikian panitia telah dengan sigap menangani kemungkinan itu.

Di hari pertama kegiatan di buka oleh beberapa tokoh dari Karang Anyar, diantaranya ada perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karang Anyar dan juga perwakilan dari Bupati Karanganyar yang sekaligus sebagai pembuka kegiatan yang spektakuler di penghujung tahun 2017 ini.

Menulis tidaklah menjadi sulit jika dilakukan dengan niat yang kuat dan juga pembiasaan yang Istiqomah. Di Workshop ini dilaunching beberapa buah buku hasil karya Guru dan juga Kepala Sekolah Muhammadiyah Indonesia. Alhamdulillah diantaranya dari Komplek Perguruan Muhammadiyah membawa buku untuk dilaunching, salah satunya karya dari Kepala SD Muhammadiyah 7 Bandung, Iwan Kurniawan dan juga Wk. SD Muhammadiyah 7 Bandung Mulyanti, S.Pd.

Sebuah pencapaian yang tinggi di tahun ini Komplek Perguruan Muhammadiyah dapat menghasilkan karya yang bermanfaat untuk masyarakat. Sayangnya Bapak Kurniawan tidak dapat hadir karena sesuatu hal yang tidak bisa ditinggalkan, dan akhirnya mewakilkan Kepada Ibu Indrayani.

Dalam workshop kali ini saya sungguh dibuat kagum dengan metodenya. Bagaimana sebetulnya kita menyusun buku hingga bisa diterbitkan. Hari ini saya baru belajar menentukan jenis tulisan yang akan dibuat diantaranya apakah buku teks, bahan ajar atau buku bebas.

Setelah menentukan jenis tulisan maka langkah selanjutnya adalah membuat judul. Judul dibuat semenarik mungkin, jangan terlalu pendek ataupun kepanjangan. Karena dengan judul inilah penentuan bagaimana orang yang membacanya kedepan lanjut atau tidak.

Setelah judul selanjutnya adalah membuat minimal 15 pokok materi yang akan dimuat dalam buku berjenis Teks, dan 30 materi yang akan di buat untuk buku bebas. Setelah itu masing-masing point dalam materi tersebut di buatkan 4 kata kunci ataupun sub materinya. Tidak sedikit peserta yang cukup kesulitan membuat hal tersebut yang pada akhirnya hingga pukul 22.30 WIB, kegiatan berakhir dulu, sebagian peserta sudah berhasil membuatnya dan mencetaknya, sebagian lagi dilanjutkan besok hari. (Bersambung) ***

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Literasi

Go to Top