Membangun Citra melalui Media

Rubrik Literasi Oleh

Oleh: Yudhi Kurnia

Di era sosial media saat ini, siapa pun mempunyai kesempatan yang sama dalam membuat, melihat dan juga menanggapi sebuah informasi. Siapa pun yang terhubung dalam jejaring ini mampu berinteraksi secara dua arah. Saling berbagi informasi saat ini menjadi hal gampang sekali. Semakin banyak orang berinteraksi memungkinkan terjadinya komunikasi antar satu sama lainnya. Chat atau ngobrol dalam bentuk teks, gambar ataupun video call saat ini adalah bentuk komunikasi modern yang tengah digandrungi.

Namun, tingginya berbagi informasi saat ini tidak diimbangi dengan perilaku dalam etika berkomunikasi. Banyak pengguna sosial media baru memahami penggunaan dari tool ( gadget, software) sebatas menggunakan saja dengan tidak di imbangi dengan ilmu-ilmu etika dalam berinteraksi di sosial media tersebut. Tingginya laju teknologi belum tentu akan meninggikan pula nilai-nilai dalam komunikasi ( good communication). Hal ini harus menjadi sorotan penting, terutama untuk dunia pendidikan. Membudayakan berkomunikasi dengan baik akan mengantarkan kepada perilaku-perilaku yang sesuai dengan norma-norma dalam pendidikan karakter saat ini.

Saat ini tengah mewabah yang bernama hoax – berita bohong. Berita bohong yang saat ini begitu meresahkan, telah menjadi “noda” dalam etika berkomunikasi saat ini, terutama dalam lingkup pendidikan.  Tersebarnya berita hoax menjadi musuh tersendiri dalam tatanan komunikasi saat ini. Sudah banyak yang lebih mempercayai berita hoax daripada berita yang sebenarnya.

Tidak jarang berita hoax dijadikan untuk mendongkrak kepopuleran satu hal. Selama berita tersebut tidak diketahui sebagai berita hoax, maka tidak akan berefek apa-apa, malah sebaliknya akan menjadikan kepopuleran tersebut terus meningkat. Namun, harus di ingat pepatah mengatakan “sepandai-pandainya orang menyembunyikan bangkai, pasti akan diketahui juga. Intinya berita populer karena berita bohong hanya sesaat, selebihnya adalah kehancuran citra sendiri.

Sebuah lembaga pendidikan  harus menjadikan media baik itu cetak atau elektronik sebagai partner dalam menyampaikan informasi mengenai lembaganya ke khalayak umum. Sekolah wajib membangun citra positif di mata masyarakat. Citra positif harus terus dibangun, dengan jalan menorehkan berbagai macam prestasi baik  akademik ataupun non-akademik. Satu hal yang penting saat torehan prestasi tersebut diperoleh, wajib untuk diketahui oleh customer pendidikan itu sendiri melalui media, istilah sekarang di sebutkan dengan ‘viral’. Sampaikan dan beritakan berbagai macam hal yang bersifat baik dan dimiliki oleh sekolah. Hal ini akan menjadi nilai tersendiri, asalkan jangan sampai memberitakan berita bohong – hoax.

Penyampaian informasi yang positif ini menjadi saluran untuk lembaga pendidikan dalam memberitahukan segala macam aktifitas yang membanggakan yang perlu diketahui oleh masyarakat luas. Penyampaian informasi ini menjadi sebuah budaya komunikasi baik ‘good communication’ antara sekolah atau lembaga pendidikan dengan stackholder di luar sekolah. Semua kewajiban itu bertumpu pada bidang kehumasan di sekolah. Bidang kehumasan sekolah mempunyai tugas pokok untuk menjawab semua keperluan informasi baik itu kedalam sekolah ataupun keluar sekolah.

Kemajuan teknologi harus di tanggapi positif oleh lembaga pendidikan seperti sekolah. Caranya adalah dengan memanfaatkan sebaik-baiknya dan mengambil keuntungan setinggi-tingginya dengan betul-betul merancang dan membuat sebuah atmosfir komunikasi yang baik. Pemanfaatan media web sekolah, social media ( facebook, twitter, instagram, youtube dll ) harus dimaksimalkan.

Dengan memanfaatkan secara penuh perangkat tersebut maka keuntungan dalam membangun (good communication) akan di dapatkan. Sekolah saat ini akan tumbuhkan dan berkembang seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan media, atau sebaliknya. Maka dari itu, memanfaatkan media demi membangun sebuah sekolah yang hebat mutlak di perlukan. Sekolah yang berhasil membangun citra diri dengan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat adalah sekolah yang telah berhasil maju dan akan menjadi sekolah hebat dimasa yang akan datang yang mampu mencetak generasi cemerlang.***

Yudhi Kurnia, S.T., lahir di Tasikmalaya, 18 Agustus 1983. Kini menjadi Pendidik/Humas SMP Muhammadiyah 8 Bandung

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Literasi

Go to Top