Syarat Menulis di Jurnal

Rubrik Literasi Oleh

Ismail Suardi Wekke
STAIN Sorong & Agupena Papua Barat

Jurnal terbit secara berkala, sesuai dengan penjadwalan masing-masing pengelola jurnal. Minimal terbit sekali dengan lima artikel, paling tidak dua kali setahun. Begitu juga dengan tema, ragam dan kekhususan dalam lingkup kelimuan tertentu. Ada pula jurnal yang membuat topik khusus dalam setiap edisi. Seperti, Jurnal Ulumuna di Universitas Islam Negeri Mataram, dan Jurnal Tahrir di Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Keduanya, setiap edisi dengan topik yang dipilih untuk diterbitkan.

Sementara Jurnal Miqot di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara menerima artikel dengan tema kajian Islam secara luas. Demikian pula Jurnal El Harakah di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, menerima artikel dengan topik yang berkaitan dengan budaya Islam. Sehingga apapun hasil penelitian atau artikel yang mengkaji tema budaya Islam dapat diterima untuk proses review.

Maka, seorang penulis perlu memperhatikan model penerbitan jurnal dengan spesifikasi tertentu, sehingga memudahkan untuk pengiriman artikel. Termasuk memperhatikan penerimaan tema atau topik tertentu. Ketika Jurnal Ulumuna menerima topik Tafsir dan Alquran pada tahun 2014, maka dua tahun sebelumnya kami sudah mengirimkan artikel kami untuk direview lebih awal. Sehingga ketika dinyatakan layak untuk terbit, maka akan mendapatkan kepastian slot penerbitan.

Begitu pula dengan secara rutin memperhatikan call for papers sebuah jurnal. Jurnal Tsaqafah di Universitas Darussalam, Gontor mengeluarkan call for papers tidak hanya dalam jangka setahun tetapi untuk edisi empat tahun sebelumnya. Dengan memantau pengumuman para pengelola jurnal, akan mudah untuk mempersiapkan artikel yang sesuai untuk dikirimkan. Dengan penerbitan yang berkala hanya dua kali setahun, walaupun juga ada yang tiga kali setahun seperti Studia Islamika, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Jurnal Ta’lim Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, artikel yang diterima terbatas sesuai dengan jumah setiap kali penerbitan.

Untuk itu, dengan segera perlu dipersiapkan artikel dan dikirim tidak mengikut kepada batas akhir penerimaan. Walaupun jurnal menentukan batas penerimaan tetapi akan lebih mudah jikalau mengirim artikel sejak dini, ketika artikel yang dipersiapkan sudah sesuai dengan aim and scope jurnal, maka mengirimkannya beberapa bulan atau bahkan tahunan sebelum penerbitan akan membantu memastikan bahwa artikel kita dapat dikirim ke mitra bestari lebih awal. Atau dapat dikatakan, mengikut antrian penerbitan lebih awal.

Selanjutnya, setelah mengirim artikel maka penulis juga wajib bersedia untuk memperbaiki artikel sesuai dengan saran dari mitra bestari jikalau itu untuk kesempurnaan artikel. Setelah sebelumnya menyesuaikan dengan tipe penulisan baik tata penulisan sub-sub judul maupun referensi. Ketika artikel tiba di meja redaksi, maka akan dikirim ke mitra bestari. Para reviewer juga bekerja untuk memberikan masukan dan saran dalam penyempurnaan artikel. Mitra bestari menjadi bagian dari jurnal untuk memastikan jaminan mutu artikel-artikel yang akan diterbitkan. Hanya saja, mitra bestari merekomendasikan status sebuah artikel. Keputusan akhirnya, semua terpulang ke dewan redaksi.

Kerja mitra bestari itulah yang dikembalikan ke penulis untuk perbaikan. Keadaan para pengelola jurnal yangs sering menghambat adalah dimana artikel yang sudah dibaca mitra bestari ketika dikembalikan ke penulis, bahkan tidak ditindaklanjuti lagi oleh penulis. Akhirnya, pengelola jurnal harus memulai lagi tahapan awal dari sebuah artikel. Dalam hal ini, penulis perlu bersedia untuk memperbaiki artikelnya saat mengirimkan ke redaktur jurnal. Dengan abai atau bahkan menarik artikelnya setelah melalui beberapa tahap, akan menganggu proses penerbitan artikel.

Satu syarat lagi, yaitu tidak boleh mengirimkan sebuah artikel ke beberapa jurnal secara bersamaan. Sebelum status sebuah artikel dinyatakan ditolak, maka artikel tersebut tidak boleh dikirimkan kemanapun. Tentu penulis berkeinginan agar artikelnya diterbitkan secepatnya. Hanya saja, dengan mengirimkan ke beberapa jurnal dalam waktu yang bersamaan tidak memenuhi kelaziman dan juga berakibat pada penerbitan ganda yang pada akhirnya memenuhi kriteria plagiarism.

Penerbitan jurnal merupakan kerja bersama antara redaksi, mitra bestari, dan penulis. Maka, sesorongnya senantiasa kerjasama antara ketiga komponen tersebut perlu bersinergi. Penulis perlu mempertahankan komunikasi dengan para pengelola jurnal untuk memastikan syarat dan kriteria yang diinginkan para pengelola jurnal dapat terpenuhi. Selain itu, dengan mengidentifikasi selera tulisan redaksi akan mempermudah penulis untuk menyusun artikelnya sesuai dengan keinginan redaksi. Termasuk dalam proses pengenalan ini adalah sejak awal sudah membaca artikel-artikel yang sudah terbit dari jurnal yang dibidik untuk dijadikan sasaran pengiriman. ***

Lahir di Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Menyelesaikan pendidikan doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia. Sekarang ini bertugas di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong, Papua Barat. Sejak 2010 ditugaskan sebagai pelaksana kepala Pusat Penjaminan Mutu STAIN Sorong sampai 2011. Sejak 2012 sebagai Kepala Pusat Penjaminan Mutu STAIN Sorong untuk periode 2012-2016. Kemudian, diangkat kembali untuk periode 2016-2020. November 2016 menjadi bagian Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM). Kini, menjadi Pengurus AGUPENA Papua Barat.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan Terbaru tentang Literasi

Go to Top