JOHNY BINTANG KECIL DARI PERBATASAN NKRI-RDTL

Rubrik Pendidikan Oleh

Oleh:

Heronimus Bani

 

Pada pertengahan Agustus 2018, tiba-tiba saja seorang Yohanes Ande Kala alias Johny menjadi semacam seorang selebriti. Viral, menggunakan istilan zaman now. Pasal viralnya si Johny karena ia memanjat tiang bendera. Mengapa? Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa pada saat itu, upacara hari Proklamasi. Tiba-tiba bendera yang digerek di tiang, talinya putus. Petugas pengibar bendera sigap menangkap bendera, membentangkannya sampai lagu Indonesia Raya selesai dinyanyikan. Sesudah itu, tiba-tiba Johny muncul menyelamatkan “muka” Indonesia di dalam upacara itu.

Johny, menjadi viral kabar beritanya. Ia mendapat kunjungan dari pejabat sipil dan militer. Berbagai tulisan baik media sosial, media adio, adio-visual, media cetak dan media daring mengupas dari berbagai aspek. Hadiah mengalir bagai banjir disasarkan kepada Johny. Ia bahkan mendapatkan undangan istimewa ke Jakarta, ibukota negara. Di sana ia bertemu dengan Menteri, Panglima TNI, hingga Presiden dan Advokat Kondang Hotma Paris.

Mereka yang menyertai Johny dalam perjalanan itu kurang mendapat sorotan media. Tulisan-tulisan di berbagai media pun seakan tidak menggubris kehadiran Bupati, dan pejabat kepolisian, TNI, Kepala SMP Negeri Silawan dan orang tua Johny. Tapi, itu tidak mengurangi semangat mereka. Kepala SMP Negeri Silawan melalui telepon yang saya hubungi mengatakan, ia senang sekali dapat berkunjung ke Jakarta. Ia mendapat kesempatan bertemu dengan Menpora, Mendikbud, Panglima TNI, hingga Presiden. Sekalipun ia tidak sempat berjabatan tangan dengan Presiden, tokh, ia sudah sampai di istana negara.

Kepala SMP Negeri Silawan mengisahkan secara sepintas bahwa selain perbaikan rumah milik orang tua Johny, sekolah pun mendapatkan bantuan 5 ruang belajar ditambah instalasi peralatan telekomunikasi. Agar intalasi di ruang belajar berfungsi optimal, pemerintah pusat membangun tower BTS di desa Silawan Kabupaten Belu.

Ketika Johny dan rombongan kembali dari Jakarta , ia masih sempat diterima Pj.Gubernur NTT, Robert Simbolon di rumah Jabatan  Gubernur, dan Bupati Belu, Wilibrodus Lay. Kedua pemimpin daerah ini menghadiahi Johny setumpuk uang yang besarannya tidak disebutkan dalam pemberitaan.

Semua kisah Johny telah diulas dengan memanfaatkan kabar tertulis di berbagai media. Ulasan itu dibukukan dengan judul: Johny Bintang Kecil dari Perbatasan NKRI-RDTL. Buku ini telah diterbitkan oleh INARA Publishing pada September 2018, penulisnya, Heronimus Bani. Bagian akhir dari tulisan dalam buku ini berisikan refleksi dari pengalaman Johny yang berasal dari desa. Penulis bertugas dan menetap di pedesaan, sehingga ulasan reflektifnya pun disesuaikan dengan kondisi dan situasi anak-anak di pedesaan.

AGUPENA.OR.ID merupakan website resmi Agupena yang diluncurkan pada 10 Oktober 2016. Kehadiran website ini diharapkan dapat menjadi pendukung program Agupena di seluruh wilayah Tanah Air. Dikelola oleh Washadi (Bidang Humas dan Kerja Sama Antarlembaga Agupena)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*