Home » Sastra » LUKA NEGERI » 28 views

LUKA NEGERI

Rubrik Sastra Oleh

Sumber Gambar: Google

 

Oleh:

HADI SASTRA

 

jika padi tak tunduk pada petani

tak kan ada bakul-bakul nasi di atas meja

tangan ibu-ibu tak terampil meracik bumbu dapur

yang akan diturunkan kepada para gadis belia

sebagai bekal meneruskan garis keluarga

 

jika laut tak menyerah pada nelayan

maka tak kan ada aroma asap ikan bakar

dari tumpukan batu pembakaran buatan bapak

hingga angusnya tertinggal di ujung bibir bocah-bocah

bertemu dengan kerak ingus di kedua pipi

 

tetapi, lagi-lagi karena negeri ini sedang luka

hingga tak lagi mengindahkan keringat petani

tak lagi mengacuhkan tarikan jaring nelayan

sebab, selalu saja petani menjerit tinggi

akibat hasil panen tak dapat menutup utang di warung

nelayan semakin terjepit, akibat laut tak lagi bersahabat

harga solar mengundang air mata

bibir pantai dan tempat pelelangan makin meringis

 

petani dan nelayan adalah wajah

yang semakin bopeng

akibat polah orang-orang bertopeng

yang berjingkrakan

tertawa terbahak-bahak

pamerkan gerigi taring

perlihatkan tanduk di kepala

orang-orang kalap yang mengebiri

memperkosa darah sendiri

mencabik-cabik harkat bangsa

membanting harga kehormatan

 

petani dan nelayan, bersabarlah

tetaplah kuras keringatmu

biarkan air matamu berdoa

semoga masih ada pelangi di langit negeri

menyambut hangat senyum anak-anakmu

 

 

Tangsel, Mei 2017

 

 

AGUPENA.OR.ID merupakan website resmi Agupena yang diluncurkan pada 10 Oktober 2016. Kehadiran website ini diharapkan dapat menjadi pendukung program Agupena di seluruh wilayah Tanah Air. Dikelola oleh Washadi (Bidang Humas dan Kerja Sama Antarlembaga Agupena)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*