MEMBINGKAI VALUE ATTACK  HARI GURU DI SUL-SEL

Rubrik Pendidikan Oleh

Oleh:

M.Ardy Ali,S.Sos,MM

(Guru PNS SMANKO Prov.Sul-Sel /

Ketua Asosisasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) Provinsi Sulawesi Selatan

& Ketua Pengembangan Organisasi AGUPENA Pusat

 

Mengingatkan masyarakat terhadap nilai-nilai startegis dalam setiap ruang publik. Adalah point ke 5 (lima) dari 8 Prinsip dasar gerakan nasional revolusi mental yang diprogram pemerintah saat ini tentunya merupakan kiat-kiat pencapaian visi misi pemerintah republik indonesia untuk meningkatkan kompetensi SDM dari berbagai sektor layanan publik termasuk jalur pendidikan dan  meningkatkan kompetensi guru indonesia terkhusus di sulawesi selatan.

Pendidikan adalah pembelajaran, pengetahuan keterampilan dan kebiasaan kelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitaian. Sedangkan 4 kompetensi yang perlu diembang oleh pendidik guna mengaktualisasikan proses pendidikan (pembelajaran, pengetahuan dan kebiasaan) baik di level satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah atas dan kejuruan terjabarkan secara sederhana yaitu:

Kompetensi Pedagogik (memahami guru terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, pengembangan potensi peserta didik).

Kompetensi Kepribadian (kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mnatap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa menjadi teladan bagi peserta didik serta berakhlak mulia)

Kompetensi Sosial (kemampuan untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua atau wali peserta didik dan masyarakat sekitar)

Kompetensi Profesional (menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam (penguasaan kurikulum, mata pelajaran disekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya)

Keempat kompetensi ini bermain diranah kognitif, afektif dan psikomotorik bagi pendidik (guru) dan seluruh stakeholder pendidikan di Sulawesi Selatan, guna mencapai target dan hasil yang optimal sesuai indikator capaian kompetensI pada setiap program-program pendidikan di sulawesi selatan.

Untuk meraih capaian tersebut, marilah kita melirik dan membantu merealisasikan Visi Misi Pemprov Sulawesi Selatan 2018-2023 dimana:

Visi : Sulawesi Selatan yang inovatif, Produktif, kompetitif, inklusif dan Berkarakter

2(dua) diantara 5 (lima) Misi yang berkaitan dengan relevansi tulisan ini yaitu :

(1). Pemerintah yang berorientasi melayani, Inovatif dan berkarakter

(4). Pembangunan yang manusia yang kompetitif dan inklusif

Sedangkan untuk point-point sebanyak 34 program unggulan yang berkorelasi dengan esensi membingkai Value Attack (Gempuran nilai) guru disul-sel ditulisan saya ini yaitu terdapat pada point:

(5). Manajemen Berbasis Kinerja

(7) Pemberian insentif anggaran kepada kabupaten/kota yang memiliki program inovatif dan strategis

(26) Pembangunan sekolah-sekolah kejuruan baru dan revitalisasi sekolah kejuruan yang sesuai dengan potensi wilayah dan kebutuhan pasar

(27) membangun koordinasi untuk penguatan peran penguatan peran PAUD dan Sekolah anak-anak dengan nilai nasionalisme, agama dan budaya sulawesi selatan

(29) Pembangunan kepemudaan melalui pengembangan pemberdayaan dan kemandirian pemuda khususnya dibidang olahraga dan seni serta industri kreatif.

 

Apa relevansi 4 kompetensi dengan Visi Misi serta Program unggulan Pemrov Sulawesi Selatan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional di Sul-Sel

4 (empat) kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional adalah sarana/fasilitasi dalam mewujudkan visi, misi, dan program unggulan prov.sul-sel. Namun gempuran nilai yang ada pada relevansi 4 kompetensi dengan visi misi serta program unggulan inilah yang menjadi tugas berat bagi seorang pendidik (Guru) dalam membantu merealisasikannya. Nilai-nilai apakah yang urgen untuk kita implemetasikan visi misi serta program unggulan sul-sel jawaban sederhana dan saran penulis sebagai Bingkai pertama Value Attack adalah : Niat (Nawaitu), Integritas, Berjiwa Inovator serta  Kerja Keras.

Niat, integritas, jiwa inovator serta kerja keras tentunya menjadi bingkai dan dambaan ideal bagi profesi pendidik (guru) dalam melaksanakan tugas kesehariannya disemua jenjang pendidikan, bagaimana niat kita mendidik dan mengajar  generasi muda selama kita menjadi guru, apakah kita betul-betul telah menegakkan nilai integritasi dalam mengembang  tupoksi kita, betulkah kita telah melakukan inovasi pembelajaran disetiap bulan atau pekan kegiatan pembelajaran kita di kelas agar anak didik kita memiliki semangat dalam menimba ilmu, apakah betul kita guru sudah bekerja keras melahirkan inovasi-inovasi dan kegaiatan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler-kokurikuler dan intrakurikuler agar melahirkan generasi yang berkarakter bukan hanya generasi yang mengejar standarisasi kompetensi mata pelajaran semata. Demoralisasi yang diamatai dalam bingkai peserta didik seakan menggerogoti pendidik/guru kekinian (abad 21) berbagai macam informasi dan peristiwa yang kita dengar, amati dan saksikan indispliner guru ke siswa berujung dipengadilan bahkan vonis hukuman bagi guru, begitupun sebaliknya perlakuan guru ke siswa yang tidak mencerminkan 4 kompetensi kepada anak didiknya dan lain sebagainya. Momok ini juga mereuapakan salah satu deretan masalah di dunia pendidikan termasuk di sulawesi selatan.

 

Apa saja bingkai VALUE ATTACK dihari Guru 2018 Bagi pendidik (Guru) dan seluruh elemen pendidikan di sulawesi selatan yang perlu kita Kolaborasikan dan kembangkan di hari guru 2018 demi membantu pemerintahan di sul-sel, dimana pemerintah pusat telah membingkai tahun ini perayaan hari guru dengan tema: Meningkatkan profesionalisme guru menuju pendidikan abad 21

Ciri Abad 21

  1. Informasi (kapan dan dimana saja)
  2. Komputasi( lebih cepat memakai mesin)
  3. Otomasi (menjangkau segala pekerjaan rutin)
  4. Komunikasi (dari mana dan kemana saja)

 

Pergeseran paradigma belajar abad 21

  1. Mencari tahu bukan diberitahu
  2. Merumuskan masalah dan menyelesaikan masalah
  3. Berfikir analitis (pengambilan keputusan) bukan berfikir mekanistis (rutin)
  4. Pembelajaran mementingkan kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah

Ciri pembelajaran abad 21 pendidik dan peserta didik  (komunikasi, pemikiran kritis, kolaborasi, kreativitas, inovatif).

Sebagai guru marilah kita membingkai gempuran nilai (value attack) di hari Guru SUL-SEL Tahun 2018 yaitu dengan nilai-nilai:

  1. Istiqomah dalam Tugas (Dedikasi dan Loyalitas Tinggi)
  2. Revitalisasi kinerja (cara pandang, cara pikir, cara kerja)
  3. Mekanisasi produktif (Penggunaan mesin dalam artian ITC yang mendukung Kinerja mencapai hasil yang efektif dan efisien)
  4. Attitude (Sikap, sebagai putra-putri yang lahir di tanah sulawesi selatan sikap/karakter teruslah di lestarikan dan diwariskan nilai-nilai luhur 4S (siapakaraja, sipakatau, sipakainga, sipakalebbi)
  5. Network (Kolaborasi dalam bekerja dan membuka akses jaringan dari kecil hingga jaringan yang luas perlu dikembangkan karena tanpa jaringan dan Communication skill dalam rangka membangun komitmen, membangun kolegalitas melalui komunitas/organisasi profesi, dunia usaha  target akan sulit tercapai)

Semoga dengan Value Attack “IRMAN” dalam buah pikiran penulis dapat dijewantahkan dan direvitalisasi dengan sebaik mungkin agar memaknai hari guru 2018 di sulsel dapat kita rasakan berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Sang inovator sejati pendidikan yang penulis banyak mendapatkan Gempuran Nilai (VALUE ATTACK) yang tak lain sosok Kepala Dinas Pendidikan Provinsi SUL-SEL Bapak H. IRMAN YASIN LIMPO,SH  saya bangga dapat berkomunikasi serta mengikuti rentetan-rentetan gempuran nilai yang bagi sebagaian pendidik ada yang memaknai positif ada juga negatif itulah, Perubahan yang besar tentu ada dinamisasi dalam proses perjalannya namun semuanya hasilnya sangatlah menunjang pembangunan pendidikan di sul-sel, beliau sangat Cerdas dan Apik dalam Gempuran-gempuran niai INOVASInya yang tidak semua orang memiliki sifat dari pamong sejati. penulis sangat bangga dipimpin oleh kepala dinas yang penuh dengan Inovasi-inovasi dibidang pendidikan (E-Panrita, PPDB ONLINE – Tunjangan Kinerja-  Pelayanan Publik yang profesional, seta bersahabat, terjung langsung dilapangan melihat proses pendidikan disul-sel, melaksanakan Lomba Menghafal KD Mapel dll). Inilah sang Leader dan Visioner sejati bidang pendidikan yang Berguna untuk kemaslahatan Ummat di sul-sel. Selamat Hari Guru 2018 semoga Bingkai Value Attack “IRMAN” dapat terpatri didiri kita sebagai Guru / stakeholder pendidikan serta kita dapat melestarikannya sesuai karakteristik, potensi di kabupaten kota kita masing-masing dalam mengasah kompetensi abad 21 yang kita hadapi dan laksanakan  dalam kerja nyata kita sehari-hari.  SELAMAT HARI GURU 2018

“Hari terus berganti, guru yang baik adalah hari yang memberi arti sebanyak-banyaknya Nilai-nilai Kebajikan yang terus merevitalisasi SDM yang berkompeti dalam kompetensi Abad 21”

                                                                                                          (M.Ardy Ali Ahad, 25 November 2018)

AGUPENA.OR.ID merupakan website resmi Agupena yang diluncurkan pada 10 Oktober 2016. Kehadiran website ini diharapkan dapat menjadi pendukung program Agupena di seluruh wilayah Tanah Air. Dikelola oleh Washadi (Bidang Humas dan Kerja Sama Antarlembaga Agupena)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*