Berita/Kegiatan /

Agupena Peduli Korban Gempa Aceh

“Aceh Kembali Berduka, Mari Kita Ulurkan Bantuan” Gempa bumi 6,4 SR kembali mengguncang Provinsi Aceh pada Rabu, 7 Desember 2016 pukul 05.00 WIB. Menurut data Posko Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) wilayah Provinsi Aceh, korban jiwa sampai saat ini dilaporkan 67 orang meninggal dunia, 106 unit toko hancur, 13 masjid rubuh, dan 1 RSUD di Pidie Jaya ambruk. Diperkirakan korban masih akan terus berjatuhan dan kerusakan akan terus bertambah. Kabupaten Pidie Jaya lumpuh total dan Kabaupaten Bireuen juga tak luput… Baca selengkapnya

Berita /

AGUPENA Menjalin Sinergitas Bersama KPPPA

Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) terus menjalin sinergitas bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia. Salah satu bentuk sinergitas AGUPENA bersama KPPPA yakni keikutsertaan AGUPENA dalam Capacity Building tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Acara yang dilaksanakan di Hotel Salak Tower, Jalan Salak No. 38-40 Kota Bogor sejak 5-7 Desember 2016 ini bertujuan untuk membangun sinergi dan kolaborasi lembaga profesi dan dunia usaha bersama dengan KPPPA. Selain AGUPENA kegiatan Capacity Building ini juga melibatkan 24 lembaga masyarakat… Baca selengkapnya

Opini /

Merindu Jumatan 212

Sholat Jumat: Sarana Sosial-Politik Keumatan Abd. Malik Raharusun (Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia Wilayah Maluku) Hari Jumat tanggal 2 Desember 2016 lebih dari 7 juta umat Islam menggelar doa, dzikir dan sholat Jumat di kawasan Monumen Nasional (Monas) – sebenarnya penyebutan monas tidak relefan sebab kenyataannya jamaah memlebihi kapasitas halaman monas meluas sampai ke perempatan Sarinah, Cikini, Senen, Pasar Baru dan Harmoni – Jumatan ini dikenal dengan istilah Jumatan 212 untuk menyebutkan waktu pelaksanaannya. Saya dan keluarga termasuk bagian dari… Baca selengkapnya

Literasi /

Menulis dengan Hati

Oleh Yanuardi Syukur “Menulis adalah berbicara di atas kertas,” begitu kata seorang ahli. Sebagaimana kita bicara, kita santai saja mengeluarkan apa-apa yang ada dalam benak. Menulis juga diibaratkan seperti itu. Berbicara di atas berarti kita menulis dengan kesadaran dan dari hati kita masing-masing. Awalnya ketika melihat buku orang lain terbit, ada saja sugesti dalam hati, “kenapa ya mereka bisa tapi saya tidak bisa.” Saya membaca Kenang-Kenangan Hidup karya Buya Hamka. Beliau menulis bahwa sebagai penulis (“pengarang” kata Hamka) boleh juga… Baca selengkapnya

Literasi /

Menulis Esai: Belajar dari “Jejak Tinju Pak Kiai”

Menulis Esai: Belajar dari “Jejak Tinju Pak Kiai” *) Oleh Yanuardi Syukur Tulisan-tulisan Emha Ainun Nadjib yang digabung dalam “Jejak Tinju Pak Kiai” menarik untuk kita bahas. Buku yang diterbitkan oleh Kompas (2008) ini bolehlah disebut sebagai salah satu buku “gado-gado” yang ditulis oleh Emha. Dalam dunia penulisan esai, nama beliau sudah dikenal dimana-mana. Tulisannya santai, tapi dalam dan berisi. Mari kita lihat beberapa teknik menulis esai oleh Emha. Kita akan bahas beberapa tulisan saja dalam buku setebal 240 halaman… Baca selengkapnya

Kegiatan /

Empat Bulan Pertama: Do You Want to Change or Not?

Catatan Mahasiswa Indonesia di Australia (1) Oleh Rijal Mahril Tak terasa desiran angin Adelaide telah beberapa kali menghempasku di empat bulan lebih perjalanan intelektualku di kota kecil namun sangat layak huni ini. Yah, Adelaide ibukota dari salah satu state (negara bagian) di Australia yang sudah empat bulan lebih ini telah mengukir sejarah di memoriku, empat bulan memproses mindset (pola pikirku) untuk tidak selalu berfikir negatifmelulu tentang pola-pola tingkah laku orang barat yang kupikir terlalu individualistis dengan gaya hidup mereka yang… Baca selengkapnya

Literasi /

Mencetak Guru Cerdas, Menulis Menjadi Wajib

Oleh: Elva Novianty Pengawas Disdik Rejang Lebong (Agupena Bengkulu) Guru adalah profesi yang membanggakan.  Mengapa demikian? Tunjangan profesi satu kali gaji perbulan, naik pangkat bisa lebih cepat dibandingkan profesi lainnya, dihormati banyak orang, dan kata ustadz, pahalanya banyak sebagai bekal kehidupan akhirat. Karena kelebihannya inilah mengapa profesi guru mulai diminati orang saat ini. Namun, mungkin masih sedikit orang yang mengetahui bahwa tuntutan profesi guru untuk saat ini cukup sulit, tunjangan profesi tidak mudah untuk didapat.  Guru harus menguasai teknologi sehingga… Baca selengkapnya

Berita/Kegiatan /

Agupena Malut Jadi Pelaksana Nobar Film “Ketika Mas Gagah Pergi”

Oleh Roswita M. Aboe (Wakil Ketua Agupena Wilayah Maluku Utara) Agupena Wilayah Maluku Utara ikut berpartisipasi mendukung nonton bareng pemain film Ketika Mas Gagah Pergi. Sebuah film islami yang di sadur dari Novel Karya Helvy Tiana Rosa ini ditayangkan perdana di Maluku Utara (Ternate) pada 17 April 2016 bertempat di Bella Internasional Hotel. Film islami ini tergambar sederhana, membawa pesan dakwah namun cukup membuat penonton Ternate -terutama remaja- puas dengan suguhan isinya. Dengan setting layar lebar sinema, tayangan di Ballroom… Baca selengkapnya

Munas /

Dua Hal Penting Menjelang Munas Agupena

oleh Yanuardi Syukur (Mahasiswa Doktoral Antropologi UI/Sekretaris Munas I Agupena) Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) adalah sekumpulan para guru, dosen dan tenaga kependidikan yang concern pada pembangunan literasi Indonesia. Di tengah masih rendahnya kualitas pendidikan kita, harus kita sadari bahwa peran-serta para guru penulis sangatlah penting untuk pembangunan literasi bangsa ini. Maka pada momentum Munas I Agupena yang akan digelar pada akhir Oktober 2016, ada beberapa hal yang penting dan menarik untuk didiskusikan. Pertama, soal manajemen organisasi. Harus diakui bahwa… Baca selengkapnya

Go to Top