Cerpen/Sastra /

Guratan Kelam di Batas Cerita

Cerpen: Washadi Jarum arloji tepat mengarah angka dua belas. Cuaca begitu terik. Angin agaknya enggan bertiup. Awan pekat menggelayut di langit memayung bumi. Bising mesin dan knalpot ditambah kesemrawutan beragam kendaraan menambah kesumpekan kota. Aku berjalan menyisir trotoar. Berbekal secarik kertas dan segenggam semangat, aku melawan panas yang membakar kulit. Peluh yang membasah muka dan baju tak kuhiraukan. Terus saja kuseret kaki yang mulai terasa lunglai. Sekian ratus meter berhenti, lalu melanjutkan kembali. Sesekali bertanya kepada orang-orang yang aku jumpai.… Baca selengkapnya

Opini /

Belajar dari Kasus “Dugaan” Penistaan Agama

Oleh: Yasser A. Amiruddin (Guru SMAN 1 Maniangpajo/Agupena Kab. Wajo) Akhir-akhir ini, telinga, mata, dan lidah kita dimanjakan dengan berita kasus penistaan agama yang mendudukkan Gubernur DKI Jakarta Non Aktif, Ir. Basuki Thahaja Purnama sebagai tersangka dan sudah dalam proses persidangan. Berbagai pro dan kontra atas dukungan kepada pria yang lebih akrab disapa Ahok tersebut tak luput dari pembicaraan kita setiap hari. Terlepas dari “Aksi damai 411” dan “Aksi Super Damai 212”, mari kita menengok terlebih dahulu kutipan sambutan Ahok… Baca selengkapnya

Literasi /

MEMAKNAI MAULID DAN NATAL: MENGHIDUPKAN TRADISI MENULIS PARA NABI

Abd. Malik Raharusun (Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia Wilayah Maluku) Pendahuluan : Menulis Tradisi Purba Manusia Sejak kapan manusia mengenal menulis? Jawaban sederhananya sejak pertama kali manusia hadir sebagai entitas sosial. Menulis adalah tradisi purba yang seumur dengan usia manusia itu sendiri. Para sejarawan mengenal kebudayaan awal manusia melalui jejak sumber berupa tulisan yang masih berbentuk symbol yakni dengan sisitim ideografik dan symbol nomonik. Menulis sudah ada sejak masa proto yakni pada Mesopotamia 3200 SM dan peradaban China sejak 1300… Baca selengkapnya

Literasi /

Spiritualisme dalam Menulis

Ismail Suardi Wekke (STAIN Sorong & AGUPENA Papua Barat) Jikalau hanya alasan naik pangkat kemudian menulis, tidak salah dan itu manusiawi. Kekhawatiran saya adalah jika sudah naik pangkat, memungkinkan berhenti menulis. Spirit menulis tak lebih karena soal pangkat saja. Idealnya, naik pangkat salah satu bonus menulis. Lalu, saya berkesimpulan. Akan lebih bagus kalau menulis diniatkan sebagai ibadah. Ini menyentuh sisi terdalam setiap manusia. Dengan Pancasila sebagai dasar bernegara, maka secara otomatis, menulis adalah bagian dari tugas ketuhanan yang diemban setiap… Baca selengkapnya

Literasi /

“JANGAN PERNAH BERHENTI MENULIS”

(Sebuah Pesan dari Sang Guru) Oleh: Yasser A. Amiruddin (Guru SMA Negeri 1 Maniangpajo) Sepucuk Surat Tugas dari Pengurus Wilayah Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Provinsi Sulawesi Selatan, Nomor: 03/ST/AGPN-SULSEL/WAJO/XII/2016, tanggal 6 Desember 2016 menjadi dasar bagi penulis, menulis artikel ini. Surat tersebut menugaskan kepada penulis sebagai koordinator/penanggungjawab pembukaan organisasi Agupena Cabang Wajo untuk periode 2017 – 2020. Sebelumnya, pada tanggal 15 November 2016, penulis mendaftarkan diri pada organisasi tersebut. Saya pun teringat dengan titipan dari seorang guru (dosen) saya… Baca selengkapnya

Literasi /

Semua Penulis adalah Dermawan

Oleh Yanuardi Syukur Semua penulis adalah dermawan karena tiap penulis berbagi apa yang dia punya kepada orang lain lewat tulisan, baik itu fiksi, non-fiksi, atau sekedar status di facebook, ciutan di twitter, atau sharing pengalaman di whatsapp. Kedermawanan penulis tersebut akan semakin meningkat jika ia menjadikan tulisannya “naik kelas” dari sekedar tulisan biasa menjadi tulisan yang penuh makna, bahkan syukur-syukur jika bisa membantu memecahkan masalah personal pembaca atau masalah sosial. Seorang penulis dermawan perlu sekali banyak membaca. Rasanya sulit zaman… Baca selengkapnya

Berita/Kegiatan /

Update Penerimaan Bantuan Dana via Agupena Aceh

Update Penerimaan Bantuan Dana via Agupena Aceh Berikut kami sampaikan update penerimaan Bantuan Dana yang disalurkan melalui Agupena Aceh: No. Nama Donatur Jumlah (RP) 1 Frisnadi Daru (200.000) 2 Pak Yanuardi-Agupena Jakarta (1.000.000) 3 Pak, Munawir AM-Agupena Banten (500.000) 4 Ibu Risma Niswaty (250.000) 5 Ibu Marlynda Happy-Agupena Jakarta (250.000) 6 Ibu Iim-Agupena Jakarta (500.000) 7 Ibu Faradila Thali- Agupena Ternate (200.000) 8 Pak Naijan-agupena pusat (500.000) 9 Pak Abd. Malik Raharusun-Agupena Maluku (250.000) 10 Bpk. Sahlan-Lombok NTB (Teacher Super… Baca selengkapnya

Berita/Kegiatan /

AGUPENA GERILYA MENGUMPULKAN DONASI

Upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa terus dilakukan secara intensif. Kepala BNPB, Willem Rampangilei, bersama Menteri PU Pera, Menteri Kesehatan dan pejabat lain dari Kementerian Sosial, Basarnas dan lainnya sudah berada di Pidie Jaya untuk membantu penanganan darurat. Kepala BNPB telah memberikan arahan terkait penanganan tanggap darurat. Posko tanggap darurat, media center, struktur komando tanggap darurat dan koordinasi dengan berbagai pihak segera dilakukan. Personil baik dari pemerintah, TNI, Polri, relawan dan masyarakat saling bersinergi untuk mengevakuasi korban yang kemungkinan masih… Baca selengkapnya

Berita/Kegiatan /

Agupena Peduli Korban Gempa Aceh

“Aceh Kembali Berduka, Mari Kita Ulurkan Bantuan” Gempa bumi 6,4 SR kembali mengguncang Provinsi Aceh pada Rabu, 7 Desember 2016 pukul 05.00 WIB. Menurut data Posko Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) wilayah Provinsi Aceh, korban jiwa sampai saat ini dilaporkan 67 orang meninggal dunia, 106 unit toko hancur, 13 masjid rubuh, dan 1 RSUD di Pidie Jaya ambruk. Diperkirakan korban masih akan terus berjatuhan dan kerusakan akan terus bertambah. Kabupaten Pidie Jaya lumpuh total dan Kabaupaten Bireuen juga tak luput… Baca selengkapnya

Go to Top